oleh

KOMNAS HAM LAMBAT, PETUGAS KEMANUSIAN TENAGA MEDIS COVID-19 KORBAN TEWAS OLEH KKSB OPM !!

-Artikel, News-44 views

Kitorangpapuanews.com –  “Kita mengutuk pelaku penembakan tenaga medis dan menyayangkan, namun bagaimana negara memberikan jaminan rasa aman dan memberikan perlindungan terhadap warga negara lebih khususnya  dalam  situasi pandemi Covid-19,” pungkasnya

Plh. Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Melchior Weruin mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima pengaduan secara resmi dari pihak keluarga ataupun korban terkait dengan penembakan dua tenaga medis di Intan Jaya.

Namun, Komnas HAM sudah mendapatkan informasi melalui media sosial dan sedang melakukan pemantauan atas kasus tersebut. Bagi Melki, ini adalah kasus yang bisa ditangani kendati belum ada pengaduan secara resmi kepada Komnas HAM.

“Kondisi di tengah pandemi Covid-19 saat ini tidak bisa membuat Komnas HAM turun ke lapangan. Komnas HAM hanya meminta klarifikasi melalui surat atau  komunikasi via telepon atau koordinasi,” terangnya.

Menurut Melki, apapun alasannya membunuh atau menyebabkan hilangnya nyawa orang lain apalagi orang tersebut dalam posisi petugas kemanusiaan. Maka bisa dikatakan itu adalah pelanggaran HAM. Dalam artian tidak ada jaminan keamanan atau jaminan  perlindungan dari negara tehadap petugas dalam melaksanakan tugas-tugasnya di lapangan.

“Peristiwa penembakan di Intan Jaya yang menyebabkan satu tenaga medis meninggal dunia, menandakan tidak ada jaminan keamanan bagi warga dalam melaksanakan tugasnya kepada masyarakat. Apalagi korban adalah tenaga kesehatan,” tegas Melki.

Terkait dengan hal ini menurut Melki, apapun alasannya, semua tindakan yang menghilangkan nyawa orang lain, Komnas HAM mengutuknya secara keras. Dalam perspektif hukum tetap meminta aparat Kepolisian untuk melakukan penyelidikan secara mendalam, guna memastikan siapa pelaku dan meminta pertanggungjawaban secara hukum.

News Feed