KOMNAS HAM HARUS TERJUN LANGSUNG SELIDIKI PEMBANTAIAN NDUGA, PAPUA

oleh

Jakarta, Kitorang Papua – Konflik kekerasan di Papua memiliki sejarah panjang dan dipicu berbagai penyebab. Harus ada upaya dialog dan duduk bersama antara pemerintah dengan masyarakat Papua. Pendekatan inklusif dinilai penting dengan menempatkan masyarakat Papua sebagai subjek untuk mencari, mendengarkan, dan mengakomodasi pandangan masyarakat Papua tentang peta jalan penyelesaian konflik.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Imparsial (The Indonesian Human Right Monitor) meminta Komnas HAM terjun langsung menyelidiki penyelesaian kasus pembantaian KKB terhadap pekerja Trans Papua. Hal itu demi memastikan transparansi operasi dari aparat keamanan.

“Saya mendesak Komnas HAM terjun langsung ke Papua untuk menyelidiki yang terjadi di Papua, di luar penegakan hukum oleh negara,” beber Araf.

Karena begitu kompleksnya masalah Papua. Dalam jangka panjang penanganan secara terpadu harus dilakukan. Agar Papua tercipta kedamaian, kemajuan dan kesejahteraan dalam bingkai NKRI.

“Pendekatan ekonomi dan pembangunan itu memang penting dilakukan. Namun belum cukup untuk menghentikan konflik dan kekerasan di Papua. Ketidakadilan ekonomi hanyalah salah satu faktor penyebab terjadinya konflik dan terdapat faktor-faktor lain yang menyebabkan konflik, yakni problem historis, marginalisasi, dan tidak tuntasnya penyelesaian kasus pelanggaran HAM,” Araf menandaskan.(*)