oleh

KNPB DAN AMP PROVOKASI MENJELANG 1 JULI DI PAPUA, PERBUATAN MAKAR MELAWAN HUKUM !

-Artikel, News-78 views

 

Kitorangpapuanews.com – Yonas Nussy (Sekretaris Barisan Merah Putih Provinsi Papua) menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat di Provinsi Papua, baik OAP dan pendatang untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan keadaan menjelang kalender Kamtibmas 1 Juli di Provinsi Papua. “kami sampaikan kepada seluruh masyarakat dan pihak terkait, agar tidak mudah terprovokasi dengan kelompok yang tidak ingin bertanggung jawab yang akan mengacaukan stabilitas, tetapi kita punya focus dan pikiran terarah”

“Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan AMP (Aliansi Mahasiswa Papua) melakukan secara masif gerakan provokasi 1 juli, mereka kelompok makar dan melawan hukum ” Ucapnya

Ia juga mengatakan masih banyak kegiatan yang bermanfaat dan positif untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,” Kita bisa menyumbangkan pikiran kita karya kita bermanfaat untuk negara kita ini, termasuk di Wilayah Provinsi Papua,” Tambahnya.

Terkait rencana agenda kalender 1 juli menurut Yonas, itu hanya segelintir kelompok yang tidak bertanggung jawab yang ingin situasi di Papua tidak aman dan damai, sekretaris Barisan Merah Putih ini mengajak seluruh Generasi muda papua untuk berkarya dan membangun Papua dalam kebersamaan dan Bingkai NKRI. Ia juga menambahkan bahwa Provinsi Papua sudah Final Bagian dari NKRI dan Merdeka sejak 17 Agustus 1945 bersama Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kita sudah dianugerahkan bangsa Indonesia ini dari Tuhan, dan merdeka pada 17 agustus 1945 itu sudah final,” Tutupnya.

 Salah satu tokoh adat di Jayawijaya, Soleman Haselo mengajak semua warga untuk mendukung pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19 dan tidak terhasut dengan isu 1 Juli yang bisa membuat kegaduhan ditengah kamtibmas yang sudah berjalan aman dan damai.

“Di ibu kota Provinsi Papua, yakni Jayapura dan sekitarnya pemerintah begitu gencar untuk sosialisasi serta imbau warga agar mewaspadai virus Corona dengan memperhatikan protokol kesehatan, termasuk bagaimana dengan upaya pemenuhan asupan gizi lewat cara ketahanan pangan,”ujar Soleman Haselo, Senin (29/6).

Upaya ketahanan pangan, kata Soleman Haselo Kepala Suku Jayawijaya itu, pemerintah provinsi hingga kabupaten dan kota serta didukung instansi terkait tengah menggalakkan warga untuk berladang ataupun berkebun dengan menanam sayur dan umbi-umbian.

“Dengan harapan warga bisa memenuhi secara mandiri kebutuhan pangan, selain bantuan sosial dari pemerintah. Upaya ini sangat baik, karena pemerintah mendukung warga dengan pemberian bibit ataupun edukasi pertanian,” katanya.

Untuk itu, Soleman Haselo yang juga Ketua Yayasan Masyarakat Baliem Yalimo mengajak warga agar mengikuti arahan ataupun imbauan pemerintah, terutama para pelajar dan mahasiswa agar lebih memanfaatkan waktu yang ada dengan berbuat hal positif.

“Seperti membuat menanam sayur dan umbi-umbian di pekarangan asrama atau ikut bergabung dengan warga setempat untuk membuka ladang atau berkebun, dari pada menyibukan diri dengan hal-hal yang negatif, yang bisa menghambat cita-cita kedepan,” katanya.

Menanggapi isu-isu menjelang tanggal 1 Juli? Soleman mengaku terus memantau ataupun mempelajari apakah hanya sebatas isu yang menyesatkan atau bukan, tentunya harus memberikan manfaat untuk pribadi dan keluarga, jika hanya untuk membuat perpecahan, ada baiknya, tidak ditanggapi.

“Kami masih dalami, apakah isu tersebut adalah hanya sebatas isu saja, tapi saya mengajak masyarakat khususnya warga  Jayawijaya untuk selalu menjaga keamanan, jangan mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab sehingga menyusahkan kita semua,”katanya.

“Saya juga mengajak  adik-adik mahasiswa untuk fokus dalam belajar sebagai bekal dalam kehidupan mendatang sedangkan adik-adik yang mempunyai bakat olah raga kami mengharap ada perhatian pemerintah untuk merekrut anak-anak kami, sehingga nantinya bisa berpartisipasi dalam even olah raga,”tandasnya.*

News Feed