oleh

KNPB DALANG DIBALIK PENEMBAKAN KARYAWAN PT FREEPORT

-Kriminal, News, Politik-1.634 views

Kitorangpapuanews.com – Insiden penyerangan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB OPM) siang bolong di areal perkantoran PTFI, Kuala Kencana, Mimika pada Senin (30/3),  menewaskan satu karyawan asal Selandia Baru, Graeme Thomas Wall (57) dan melukai dua karyawan lainnya asal Indonesia, Ucok Simanungkalit dan Jibral Bahar. Kini terbongkar pasca pernyergapan yang dilakukan aparat TNI-Polri pada sebuah rumah kayu di Jalan Trans Nabire, Kampung Jayanti, Distrik Iwaka, Mimika, Papua, pada Kamis (9/4/2020).

Di dalam penyergapan, aparat TNI-Polri berhasil menembak mati satu anggota KKSB OPM dan mengamankan ivan sambom seorang karyawan PT Freeport yang merupakan aktor dalam penyerangan kantor PT Freeport. Berdasarkan hasil penyelidikan Ivan sambom bekerja di PT Freeport Indonesia sebagai sekuriti dan merupakan anggota KNPB Militan wilayah Mimika. Ivan Sambom ditahan terkait tindak pidana memiliki, menyimpan atau menyembunyikan senjata api beserta amunisi, serta kasus kejahatan terhadap keamanan negara (makar) dan atau kejahatan terhadap jiwa orang lain.

Telisik tentang tersangka ivan sambom yang merupakan anggota KNPB, sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat di papua. Keberadaan kiprah Kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) selama ini yang menyuarakan untuk memisahkan diri dari NKRI, kini telah menggunakan senjata untuk melakukan teror kepada masyarakat di Papua.  

Melihat kejadian ivan sambom yang merupakan anggota KNPB serta menjadi aktor penyerangan karyawan PT Freeport, harus mendapat perhatian serius dari pemerintah dan aparat keamananTNI-Polri untuk mengambil langkah tindakan tegas membubarkan KNPB. Dalam Perppu 02/2017 ayat ke 4, yang dijelaskan sebagai berikut : Yang dimaksud dengan “melakukan kegiatan separatis” adalah kegiatan yang ditujukan untuk memisahkan bagian dari atau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau menguasai bagian atau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik atas dasar etnis, agama, maupun ras.  Kami berpandangan bahwa situasi potensi gangguan keamanan akan terus terjadi di tanah Papua, selama KNPB belum di bubarkan.

News Feed