oleh

Klasik!! Kelompok Pro Kemerdekaan Papua Barat Selalu Mengangkat Isu Yang Sudah Basi

-Artikel, Kriminal-1.452 views

Kitorangpapuanews.com, Jayapura – Sidang Umum PBB ke 72 di New York mewarnai aktivitas kampanye kelompok Pro Kemerdekaan Papua Barat. Pasalnya pada rangkaian Sidang Umum PBB ke 72 tersebut, Benny Wenda menyampaikan lembaran petisi yang berisi 1,8 juta petisi dari penduduk Papua Barat di sela-sela istirahat para peserta sidang.

Petisi tersebut di akui Benny Wenda diserahkan kepada Ketua Dewan Dekolonisasi PBB Rafael Ramirez, Namun saat itu juga Rafael Ramirez menolak petisi yang disampaikan oleh Benny Wenda dengan beberapa alasan yang kuat.

Pertama, Rafael menyampaikan bahwa berdasarkan Resolusi PBB No 2504 yang merupakan hasil Pepera tahun 1969 bahwa Papua Barat secara De Facto dan De Jure adalah bagian dari kedaulatan Negara Republik Indonesia. Kedua, Rafael mendapati data yang tidak masuk akal, dari petisi yang disampaikan oleh Benny Wenda bahwa disana tercantum 1,8 juta petisi, padahal dari data pemilu saja Papua Barat hanya bisa maksimal dengan jumlah pemilih 1,3 juta jiwa saja.

Ketiga, Rafael menilai bahwa kemajuan Papua Barat saat ini adalah yang terbaik, statistik ekonomi dunia menilai Papua Barat adalah daerah dengan peningkatan taraf ekonomi paling signifikan 10 besar di dunia.

Ketiga faktor tersebut adalah alasan mengapa PBB mengabaikan petisi yang disampaikan oleh Benny Wenda. Seperti yang disampaikan oleh Rafael kepada The Guardian dalam wawancara eksklusifnya, Ia menghimbau kepada para kaum minoritas yang menginginkan Papua Barat berpisah dari Indonesia agar berpikir lebih logis dan matang, karena PBB sudah sangat mantap tidak akan memberikan kelonggaran kepada pihak manapun yang berupaya memisahkan Papua Barat dengan Indonesia.

News Feed