oleh

KKSB OPM Tembak dan Mutilasi Seorang Petani di Intan Jaya

-Artikel, News-33 views

Kitorangpapuanews – Baru sepekan berlalu usai penyerangan petugas medis di Intan Jaya, dimana salah satu diantaranya tewas. Kini, Kelompok Separatis Bersenjata atau OPM kembali menebar teror terhadap warga sipil. Salah satunya Yunus Sani (40 tahun), warga asli Kampung Megataga, Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya menjadi korban kekejian kelompok separatis. Jumat (29/5) lalu, korban yang berprofesi sebagai petani kebun ditembak hingga tewas. Tidak hanya itu, tubuh korban bahkan di mutilasi

Dikutip dari rilis Pendam Cenderawasih, Minggu (31/5) malam menyebutkan, kabar penembakan diperoleh dari salah seorang Pastor Gereja Mbegulo, Niko Wakey. Dia menjelaskan, insiden penembakan bermula ketika dirinya sedang mengantar anaknya dari Enarotali, ibukota Kabupaten Paniai. Saat hendak kembali ke Kampung Mbegulo,  di tengah perjalanan tepatnya di Kampung Megataga, Distrik Wandai terdengar bunyi tembakan kurang lebih sebanyak 8 kali.

Setelah bunyi tembakan reda, Niko Wakey melihat KKSB atau OPM turun dari Kampung Magataga dan akan menghampiri dirinya. “Saat menghampiri saya, KKSB atau OPM menyampaikan bahwa telah membunuh korban Yunus Sani,” ungkap Niko.¬†Selanjutnya setelah KKSB atau OPM pergi, Niko Wakey menghampiri jasad korban Yunus Sani (40 tahun) yang telah di bungkus dengan karung

Terkait dengan informasi tersebut Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto mengatakan, kelompok separatis seakan menebar virus untuk mencabut nyawa sodaranya sendiri¬† sesama orang asli Papua “Ini sangat biadab, tidak benar. Apapun alasan mereka, tidak dibenarkan tindakan penembakan dan mutilasi warga sipil di Papua,” tegas kapendam

Sepekan lalu, kelompok separatis juga menyerang dua petugas medis, Ale Melik Bogau yang merupakan Kepala Puskesmas Kampung Wandai dan Heniko Somau, pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya. Mereka diserang saat membawa obat-obatan untuk warga.

 

News Feed