KITORANG SESALKAN PENGHAPUSAN FREE BAGGAGE LION AIR

oleh

Jayapura, Kitorang Papua – Manajemen Lion Grup mengeluarkan kebijakan menghapus bagasi cuma-cuma (free baggage allowance) mulai tanggal 8 Januari 2019 mendatang.

Manager Lion Grup Area Papua, Agung Setyo Wibowo menjelaskan kebijakan penghapusan bagasi cuma-cuma hanya berlaku untuk pesawat Lion Air dan Wings Air.

Menurut Agung, penghapusan kebijakan tersebut didasarkan pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

“Agung menambahkan untuk barang bawaan yang bisa dibawa ke kabin bobot maksimal hanya tujuh kilogram, dan jika penumpang membawa bagasi dapat melakukan pembelian voucher bagasi melalui travel agent, website Lion Air atau kantor penjualan Lion Air Group.

“Voucher prepaid bagasi ini tentunya beda rute beda harga,  dan akan lebih murah saat sebelum check in,” lanjutnya.

Peraturan penghapusan bagasi cuma-cuma ini ditanggapi beragam oleh masyarakat, ada yang setuju dan ada yang tidak. Seperti yang diungkapkan Ujang Hendrik, masyarakat  yang tinggal di Tanah Hitam mengaku, peraturan tersebut harus diikuti.

“Kita ikuti saja, tapi setiaknya harus juga dengan pelayanan yang lebih baik lagi,” katanya.

Sementara, Yudha, yang merupakan jurnalis di Sentani menilai, kebijakan penghapusan 20 kilogram bagasi cuma-cuma itu tidaklah adil. Karena bisa dipastikan mayoritas penumpang membawa bagasi diatas tujuh kilogram.

“Ini sangat membebankan masyarakat, khususnya bagi masyarakat Papua. Masyarakat jadi semakin tidak nyaman. Wajar jika masyarakat Papua lebih memilih Sriwijaya Air atau maskapai lainnya. Lion Air harus terima bahwa mereka akan jadi pilihan terakhir,” ujar Yudha kepada Kitorang, Sabtu (5/1). (*)