KITORANG PAPUA PEDULI UNTUK PALU, SIGI DAN DONGGALA

oleh

Timika, Kitorang Papua – Bencana alam yang menimpa Palu, Sigi dan Donggala membuat Indonesia berduka. Banyak korban jiwa berjatuhan mencapai 800-an orang, kemungkinan besar angka ini terus bertambah. Hal ini mengundang respon masyarakat yang ada di daerah lain untuk turut serta membantu. Salah satunya datang dari ujung timur Indonesia. Tapatnya dari kota Timika, Papua.

Warga Kota Timika, Papua mengumpulkan donasi untuk membantu warga Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah yang dilanda gempa bumi dan tsunami. Selain itu mereka menggelar doa bersama di berbagai tempat ibadah.

Sejak Sabtu (29/9) kemarin, sejumlah komunitas di Kota Timika mulai menggalang donasi dari warga untuk membantu meringankan duka warga Palu, Sigi dan Donggala yang dilanda bencana alam. Penggalangan dana ini dilakukan oleh komunitas-komunitas yang berada di Timika di bawah kendali Badan Amil Zakat Kabupaten Mimika.

Koordinator penggalangan dana Baznas Mimika, Agung dari Paguyuban Keluarga Arema Mimika mengatakan sesuai rapat Baznas Mimika maka diputuskan penggalangan dana korban bencana Palu, Sigi dan Donggala akan dilakukan hingga Kamis (5/10).

Penggalangan dana dilakukan pada setiap titik perempatan jalan di Kota Timika, dari rumah ke rumah warga, masjid, sekolah-sekolah, yayasan, peguyuban atau kerukunan keluarga, pasar, komunitas majelis taklim, dan pusat-pusat keramaian di Kota Timika.

Selain galang dana, warga Papua dari berbagai kalangan turut juga mendoakan atas bencana yang menimpa Palu, Sigi dan Donggala.

Pastor Maximilianus Dora OFM selaku Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan di Timika, Senin (1/10) mengatakan, umat Katolik di parokinya secara khusus mendoakan korban meninggal dalam bencana Palu, Sigi dan Donggala itu agar arwah mereka diterima dalam kemuliaan Tuhan. Bencana alam yang terjadi di Palu dan sekitarnya itu begitu dahsyat dan pasti banyak korban meninggal dunia. Umat Katolik Paroki Santo Stefanus Sempan Timika mendoakan agar korban meninggal diterima dalam kemuliaan Tuhan.

“Bagi para pengungsi yang kehilangan harta benda, tempat tinggal dan luka-luka agar diberikan kekuatan dan ketabahan untuk menghadapi cobaan berat ini,” ungkap Pastor Maximilianus.

Kitorang Papua semua bersatu tanpa memandang suku, agama, dan ras. Karena kitorang adalah NKRI. Papuaku untuk Palu dan Nanggala. Sedikit bantuan dari Papua semoga bisa membantu saudara kami di Palu, Sigi dan Donggala.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *