KILAS BALIK 2018, PAPUA DIPENUHI PROPAGANDA KKB OLEH MEDIA MAINSTREAM LOKAL

oleh

Jayapura, Kitorang Papua – Kilas balik akhir tahun 2018 ini, berita di media Papua dipenuhi oleh propaganda terkait kejadian di kabupaten Nduga. Salah satu contohnya adalah berita dari tabloidjubi.com yang berjudul Tim evakuasi Kabupaten Nduga: Masyarakat masih dalam pengungsian.

Dalam tulisan tersebut tidak di jelaskan nama dan keterangan siapa yang memberikan statmen jika masyarakat Nduga masih dalam pengungsian, Sabtu (29/12).

Dikutip dari berita yang dinaikan jubi tersebut, ditulis kutipan dari seseorang yang disebut sebagai tokoh pemuda di kabupaten Nduga yang memberikan informasi jika kondisi di sejumlah distrik di kabupaten Nduga masih dalam keadaan memprihatinkan, dimana masih ada masyarakat yang mengungsi ke hutan.

“Sejak awal desember hingga sekarang ini masyarakat di sana masih trauma. Sehingga pihak atau lembaga manapun yang akan turun ke sana kalau belum lihat situasi sebenarnya jangan bilang aman-aman saja,” ujar dia.

Seperti biasa, media ini mencantumkan narasumber fiktif lagi. Atas alasan kode etik, sumber tidak mau dijelaskan nama maupun alamatnya, sangat konyol dan pembodohan masyarakat Papua.

Lebih lanjut dalam narasi tersebut kental sekali framing yang dibuat oleh penulis jika keadaan di kabupaten Nduga mencekam akibat dari “operasi” yang dilakukan.

Padahal kondisi nyata sebenarnya disana, masyarakat dan aparat bersatu. Sama-sama memburu KKB Egianus Kogoya. Bahkan aparat dan masyarakat merayakan Natal bersama. Jadi berita kondisi Nduga yang mencekam adalah kebohongan publik yang ditebar oleh tabloidjubi.com.

Wajar, hal tersebut telah membuat masyarakat Papua ragu dan merasa jika tabloid jubi seolah menjadi corong atau media informasi dari suatu golongan tertentu. Dikarenakan berita nya tidak netral dan seolah di framing demi persepsi tertentu. (*)