oleh

Ketua PAP “Minta Kepolisian Ambil Langkah Tegas, Pernyataan Sang Buronan Veronica Koman Buat Kegaduhan Papua !”

-Artikel, News-760 views
Kitorangpapuanews.com – Ketua PAP, Kristian Arebo menyebutkan 57 orang yang sebut tahanan politik oleh Koman pada dasarnya adalah pelaku tindak kriminal saat kerusuhan di Papua beberapa waktu lalu yang terjadi pada sejumlah tempat. “57 orang itu disebut tahanan karena diduga melakukan tindakan kriminal, berbeda dengan status tahanan politik. Koman harus bicara sesuai fakta dan data, jangan hanya terima data lalu bicara,” kata Arebo, Minggu (16/2).
 
Pemuda Adat Papua (PAP) menyebutkan laporan Veronica Koman dinilai provokatif, terkait 57 orang jadi tahanan politik pasca kerusuhan Papua. Dalam laporannya, Koman menyebut terdapat 234 korban sipil tewas di Nduga sejak Desember 2018.
 
Arebo menyebutkan tindakan hukum bagi 57 orang tahanan yang diduga sebagai otak kerusuhan atau pembakaran di Papua sesuai dengan ketentuan pidana. “Tindakan para tahanan ini pidana murni bukan politik,” katanya lagi.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw membantah pernyataan Veronica Koman yang menyebutkan 57 orang jadi tahanan politik terkait kerusuhan Papua.”Jangan dari Australia sana dapat data simpang siur, lalu buang ke publik di Indonesia, bahkan dunia. Kami, aparat di sini (Papua) yang ditugaskan negara secara sah sebagai perpanjangan tangan negara,” ujar Paulus.
 
Atas tindakan yang dilakukan Koman, ia minta kepolisian setempat mengambil langkah hukum. “Pernyataan Veronica Koman bisa saja membuat gaduh Papua. Apalagi Koman masih berstatus WNI, harusnya paham soal masalah ini, terlebih ia seorang pengacara,” kata Arebo.
 

News Feed