oleh

Ketua MPR Sebut Pembangunan Papua Tercermin Nilai-nilai Pancasila

-Berita-202 views

Kitorangpapuanews.com“Sebagai tuan rumah, akan banyak pembangunan yang dikonsentrasikan di Papua. Penyelenggaraannya juga memberikan multiplier effect terhadap peningkatan ekonomi dan sosial masyarakat Papua. Karena pada prinsipnya, olahraga, budaya dan pariwisata adalah tiga hal yang tak bisa dipisahkan,” ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2020).

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai dijadikannya Papua sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) pada Oktober mendatang, menjadi tonggak sejarah baru pembangunan Papua yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Terutama dalam mengimplementasikan sila ke-3 Persatuan Indonesia dan sila ke-5 Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Ketiganya akan bermuara kepada peningkatan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat Papua pasti bisa memanfaatkan momentum PON ini dengan menjadi tuan rumah yang baik, dengan didukung seluruh elemen bangsa,” imbuhnya saat meninjau pembangunan Stadion Utama Papua Bangkit, di Jayapura, Papua.

Mantan Ketua DPR RI 2014-2019 ini menjelaskan Jayapura daerah kedua yang didatangi dalam rangkaian kunjungan kerja pimpinan MPR RI, DPR RI, dan DPD RI ke Papua. Setelah sebelumnya rombongan mengunjungi Wamena untuk berdialog dengan Forkopimda Jayawijaya, sekaligus meninjau pembangunan rumah khusus korban kerusuhan Wamena.

Bamsoet meyakini siapapun akan takjub tatkala melihat kemegahan Stadion Utama Papua Bangkit dengan aura kebesaran masyarakat Papua yang kaya dengan keindahan alam dan budaya. Stadion ini menjadi landmark terbaru kebangkitan Papua untuk menjadi daerah yang semakin maju, sejahtera, adil dan makmur.

“Pembangunan stadion maupun venue olahraga lainnya di Papua bukanlah sekadar membangun benda mati. Dari pembangunan fasilitas olahraga inilah diharapkan dapat melahirkan lebih banyak lagi anak-anak Papua yang mampu menjadi atlet nasional. Berbagai fasilitas olahraga yang sudah dibangun ini harus dirawat dengan bijak oleh masyarakat. Karena pembangunannya juga menggunakan uang rakyat yang bersumber dari APBN maupun APBD,” tutur Bamsoet.

Bamsoet menambahkan tak seperti dahulu di mana kesejahteraan atlet sangat memprihatinkan, di masa kini atlet bisa punya pendapatan yang menjanjikan. Selain menyejahterakan menjadi atlet juga bisa membuat harum bangsa.

“Hanya dua hal yang bisa membuat bendera merah putih dikibarkan sambil lagu Indonesia Raya dikumandangkan di negara lain, yakni kunjungan resmi kepala negara serta atlet yang memenangkan kejuaraan. Dari Papua kita menaruh harapan lahirnya para atlet membanggakan,” jelas Bamsoet.

Dia mengingatkan agar perhelatan PON 2020 bisa sukses, dibutuhkan partisipasi pemerintah daerah untuk mengajak masyarakat aktif terlibat menyiapkan wilayahnya dalam menyambut kedatangan para atlet, official, serta masyarakat dari berbagai daerah yang datang ke Papua untuk menyaksikan pertandingan PON. Tanpa pembangunan partisipatif, tak mungkin menghasilkan kemajuan.

“Empat daerah akan menjadi lokasi perhelatan 37 cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON 2020, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke. Tak kurang 6.442 atlet dari berbagai penjuru Tanah Air akan datang ke Papua. Belum lagi ditambah official dan suporter. Menjadikan Papua semarak dengan semangat persatuan,” pungkasnya.

News Feed