oleh

Ketua Lapago Papua : 1 Desember Ibadah Menyambut Natal, Jangan Provokasi Ibadah Kami Untuk Merayakan HUT OPM

-Artikel-295 views

Kitorangpapuanews.com – “Saya dengan tegas mengatakan jangan ada gerakan tambahan dengan sengaja mendatangkan atau mengorbankan masyarakat, tetapi mari kita tetap jaga dan wujudkan Papua sebagai tanah damai,” ujarnya.

“Kepada semua tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat untuk berdoa di rumah dan tempat atau lokasi masing-masing. Jangan difokuskan di satu tempat, karena situasi Papua belum kondusif,” ungkapnya kepada wartawan di Sentani, Kamis (28/11).

Ketua Lapago Provinsi Papua, Agus. R Kogoya, mengimbau masyarakat untuk tetap berdoa di rumahnya masing-masing pada tanggal 1 Desember 2019 nanti. Mengingat pada tanggal 1 Desember adalah hari Minggu, sehingga masyarakat tetap melaksanakan ibadah di rumah dan tempatnya masing-masing seperti biasanya.

Menurut Agus, tanggal 1 Desember merupakan bulan menyambut Natal dan kelahiran Yesus Kristus. Untuk itu, dalam bulan ini masyarakat tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dan tetap berdoa di rumah dan tempatnya masing-masing.

Selaku Ketua Lapago Provinsi Papua, Agus berharap imbauan yang disampaikan ini dapat disesuaikan dan dilaksanakan oleh wilayah adat lainnya yang ada di Papua, sehingga bersama-sama tetap menjaga dan memelihara kamtibmas di tanah Papua.

Tidak hanya itu, kata Agus untuk menjaga kamtibmas pada bulan Desember dan seterusnya bukan saja merupakan tanggung jawab TNI-POLRI. Tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh tokoh masyarakat dan warga masyarakat yang ada di Papua, untuk tetap menjaga dan mewujudkan Papua penuh damai.

“Kamtibmas bukan kita berharap kepada pihak keamanan saja, tetapi para tokoh masyarakat, yang meliputi tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di bumi cenderawasih, sehingga Papua tetap aman dan damai,” ucapnya.

Dia menyatakan pada tanggal 1 Desember semua pihak harus tetap berdoa di lokasi masing-masing dan tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa. Tidak boleh ada oknum-oknum yang dapat memprovokasi dan membuat kekacauan di tanah Papua.

News Feed