oleh

Ketua FKUB Ajak KKSB Tidak Melawan Aturan Hukum, Karena Pemerintah Adalah Wakil Allah !

-Artikel-114 views

Kitorangpapuanews.com – Kata Ignatius, karena pemerintah adalah Wakil Allah, sehingga sebagai masyarakat harus mengakui, mendukung dan tidak melawan pemerintahan.

Dukungan dari masyarakat kepada pemerintah, yakni tidak melakukan hal-hal yang diluar aturan maupun hukum, baik itu dilakukan oleh sekelompok orang maupun individu misalnya Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB OPM) maupun terorisme, dan harus ikut terlibat dalam pelaksanaan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika, Ignatius Adii mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menciptakan kedamaian, dan lebih menghormati pemerintah menjelang natal dan tahun baru.

“Sesuai dengan tema Natal nasional hiduplah sebagai sahabat semua orang. Maka mari bersama-sama merayakan Natal dengan penuh kedamaian,” kata Ignatius ditemui di bilangan Jalan Cenderawasih, Rabu (3/12).

Kata dia, dengan demikian apapun kegiatan yang dilakukan di Desember ini, mengacu kepada hidup berdampingan dan bersama. Dan kalau dilihat dari visi-misi FKUB, maka haruslah hidup bertoleransi antar umat beragama.

Karena itu, diharapkan siapapun yang melakukan aksi atau kegiatan selalu mengarah kepada kebersamaan dan berdampingan dan sesuai peraturan yang berlaku.

“Karenanya diharapkan hidup bersama dengan semua suku bangsa di Nusantara, yang dihimpun melalui pemerintahan,” katanya.

Ia mengatakan, menurut Injil, pemerintah adalah Wakil Allah. Dan pemerintah berupaya memberikan kenyamanan serta kedamaian kepada semua umat dan masyarakat.

Dikutip pada Roma 13:1-2 “ Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya”.

FKUB sendiri yang merupakan bagian dari pemerintah, pada pelaksanaan Natal akan menurunkan 70 relawan yang siap mendukung TNI-Polri dalam menjaga keamanan saat pelaksanaan ibadah bagi umat Nasrani dan Katolik.

“Penyiapan 70 orang relawan yang terdiri dari 60 orang dari umat muslim dan 10 orang dari Hindu dan Budha. Untuk menjaga keamanan perayaan Natal, mulai 24 Desember 2019 (malam) dan pada 25 Desember (pagi),” katanya.

“Kalau melawan pemerintah berarti melawan wakil Allah. Dan bisa mendatangkan hukuman dari Tuhan. Apalagi pemerintah juga sudah banyak melakukan upaya dalam pembangunan daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Papua,” katanya.

“Mari ciptakan sinergitas antara masyarakat dan pemerintah, dalam melaksanakan program-program pembangunan di daerah. Karena apapun yang dilakukan oleh pemerintah, demi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

News Feed