oleh

Ketua BMP tegaskan Pelaku kerusuhan Jayapura sudah sesuai dengan hukuman yang dia dapat

kitorangpapuanews.com — Ketua Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Kabupaten Waropen, Hans Papare meminta tujuh pelaku kerusuhan Jayapura yang kini tengah menjalani persidangan agar dapat menerima hukuman yang dijatuhkan majelis hakim, sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan.

Menurut dia, negara kita adalah negara hukum. Sehingga siapapun warga negara yang melanggar hukum, tentunya harus siap menjalani sanksi hukum yang telah dibuat oleh negara. “Tidak mungkin Kepolisian menangkap orang dengan sembarang lalu menyerahkan ke pengadilan begitu saja tetapi tentunya sesuai dengan perbuatan-perbuatan yang mereka lalukan sehingga mereka harus berhadapan dengan Hukum,” ungkap Hans, Sabtu (13/6)

Untuk itu, dirinya mengajak semua warga Papua untuk mari bersama bergandengan tangan menahan hati yang panas dengan pikiran yang dingin.”Kita harus berpikir bahwa, apapun yang terjadi di dalam negara hukum ini, biarlah hukum yang memproses setiap orang perilaku dan tindakannya yang tidak sesuai dengan Hukum,” tukas Hans

“Kita tidak boleh mengkompor-kompori atau membesar-besarkan masalah tujuh pelaku Kriminal kasus kerusuhan papua 2019 lalu tetapi biarlah mereka menjalani hukuman mereka sesuai dengan perbuatan yang mereka lalukan,”serunya.Sementara itu menyoal isu rasisme yang terjadi di Amerika Serikat, menurut Hans, jangan disamakan kejadian yang terjadi di amerika serikat dengan di Indonesia. Sebab sudah barang tentu, kedua negara tersebut mempunyai system demokrasi yang berbeda.

“Di Negara Kesatuan Republik Indonesia, kami mempunyai sistem demokrasi yang berlandaskan Pancasila sehingga jangan samakan sistem demokrasi di amerika serikat dengan di Indonesia,” tukasnya.Hans Papare menegaskan, sebagai warga negara yang baik, tentunya harus bersama-sama menekan pemahaman-pemaham yang bersifat sukuisme yang diboncengi dengan kepetingan-kepentingan tertentu dan yang harus dikedepankan adalah kepentingan negara.

“Karena walaupun kita berbeda-beda tetapi kita tetap satu yaitu satu bangsa, bangsa Indonesia,”imbuhnya.Menurut Hans, jangan ada pemahaman salah kaprah sehingga terjadi pemahaman yang membedakan satu dengan yang lain karena jika demikian maka akan menciptakan perpecahan diantara kita di dalam negara kesatuan republik Indonesia.

“Sebagai Ketua Barisan Merah Putih Republik Indonesia kabupaten Waropen, dan juga sebagai orang tua, saya mengingatkan kepada kita semua untuk mari kita tetap satu didalam tekad kebhinekaan, tekad persatuan Indonesia sehingga tidak terciptanya peluang-peluang konflik dan perpecahan diantara kita,” katanya mengingatkan

News Feed