KERJASAMA PT INALUM DENGAN UNCEN OLAH PERTAMBANGAN

oleh

Jakarta, Kitorang Papua – Setelah akuisisi 51 pesen saham PT. Freeport Indonesia berhasil dilakukan pemerintah Indonesia, pemanfaatan diarahkan guna membangun Papua serta mengembangkan bidang pertambangan. Karenanya PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menjalin kerja sama dengan Universitas Cendrawasih (Uncen).

Sebagai mana dikutip pada kompas.com, kerja sama tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat serta Pengembangan Bidang Pertambangan, Industri dan Energi. Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Inalum Budi Sadikin dan Rektor Universitas Cendrawasih Apolo Safanpo di kantor INALUM, Jakarta, Selasa (15/01).

Penandatangan nota kesepahaman juga disaksikan oleh Pembantu Rektor IV Fredrik Sokoy, Pembantu Rektor II Arung Lamba, dan Direktur Mining and Metals Industry Indonesia Ratih Amri.

Tujuan penandatanganan nota kesepahaman tersebut adalah untuk mewujudkan pengelolaan pertambangan, industri, dan energi nasional yang berkelanjutan. Hal tersebut diwujudkan melalui kerja sama dibidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan pertambangan, industri, dan energi.

Ruang lingkup nota kesepahaman antara Inalum dan Uncen di antaranya meliputi penyusunan rekomendasi kebijakan strategis untuk mendukung pengelolaan pertambangan, industri, dan energi yang berkelanjutan serta mengembangkan pertambangan yang ramah lingkungan.

Menurut Budi Sadikin kerja sama dengan Uncen tersebut merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan mandat holding industri pertambangan, yaitu menguasai dan mengelola sumber daya alam. Untuk mencapainya perlu disiapkan sumber daya manusia yang mumpuni.

“Inalum mendirikan Mining and Metals Industry Indonesia (MMII) yang salah satu fungsinya adalah bersama universitas dan lembaga riset terkemuka mencetak dan mengembangkan kemampuan para ahli tambang di Indonesia,” ucap Budi, Jumat (18/1).

Lebih lanjut Budi mengatakan, dengan mempersiapkan sumber daya manusia di Papua, diharapkan ke depannya sumber daya alam juga bisa dikelola secara mandiri oleh putera puteri Indonesia, khususnya Papua.

Sementara itu, Rektor Universitas Cendrawasih Apolo Safanpo menyambut baik dan mengapresiasi langkah kerja sama tersebut.

“Sumber daya alam di Papua sangat kaya, namun sumber daya manusianya terbatas. Jadi, kami berharap kerja sama ini dapat membantu mengatasi kendala tersebut kedepannya,” ucap Apolo.

Sebagai informasi, MMII juga menandatangani nota kesepahaman dengan lembaga riset terkemuka Amerika Serikat, yaitu Massachusetts Institute of Technology Energy Initiatives (MITEI). Kerja sama tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan pengembangan teknologi energi rendah karbon dan pertambangan yang bekelanjutan.

Diharapkan dengan kerja sama tersebut akan membantu Inalum dalam mengembangkan proyek industri pertambangan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, tertapi berbiaya rendah. (*)