oleh

Keputusan TNI dan Polri Untuk Laksanakan Operasi Pembebasan Sandera Membuahkan Hasil

-Artikel, Kriminal-1.823 views

Kitorangpapuanews.com, Mimika – Negosiasi dengan para penyandera warga Kampung Banti dan Kampung Kimbely, Tembagapura, Mimika, Papua, tidak berlangsung lancar menurut Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit.

Saat dikonfirmasi media, ia menyebut setelah proses pendekatan persuasif tidak berhasil, kemudian dilanjutkan dengan proses negosiasi dengan pendekatan win win solution namun tetap tidak membuahkan hasil, akhirnya diputuskan untuk menggelar operasi pembebasan sandera, oleh aparat gabungan TNI – Polri.

Sebanyak 2 Tim dari Kopassus diturunkan sebagai pasukan inti dari operasi pembebasan sandera dengan dibantu oleh pasukan Raider 751 dan Taipur Kostrad sebagai pasukan penyangga.

“Negosiasi menemui jalan buntu, sehingga kita lakukan operasi penyelamatan,” ujar Pangdam.

Saat ini menurut Jenderal bintang dua tersebut, warga yang sekitar sepekan terakhir disandera oleh Kelompok TPN-OPM itu, sudah dievakuasi ke Tembagapura, dengan kendaraan milik PT. Freeport Indonesia.

Kapala Penerangan Kodam Chendrawasih, Kolonel Muhammad Aidi, saat dihubungi terpisah, menyebutkan bahwa pada pukul 13.45 WIT, seluruh sandera yang berjumlah 335 orang, berhasil diselamatkan, hanya dalam waktu 2 jam seluruh sandera di Kampung Kimbely dapat diselamatkan.

Setelah pasukan TNI berhasil memukul mundur TPN-OPM dan menyelamatkan sandera, Tim Gabungan TNI dan Polri sebagai Tim evakuasi langsung membawa korban penyanderaan menggunakan bis dari PT Freeport Indonesia untuk dibawa ketempat yang aman.

Saat ini para ditempatkan di gedung sporthall  Mil 66 PT Freeport Indonesia untuk fase stabilisasi, diberikan makanan, pakaian dan perlindungan karena masyarakat korban penyanderaan merasakan trauma yang cukup serius pasca penyanderaan, terutama wanita dan anak-anak.(**)

 

News Feed