KEMENTERIAN PUPR BANGUN SALURAN AIR DI KAB. MERAUKE, SUMBER AIR SU DEKAT

oleh -791 views

Merauke, Kitorang Papua – Pembangunan pemerintah terus berlanjut, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kementrian PUPR secara bertahap membangun jaringan pipa transmisi air baku yang dilaksanakan di Distrik Jagebob, Tanah Miring dan Semangga Kabupaten Merauke.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dalam rilis PUPR di Jakarta, Kamis (22/11), menyatakan upaya ini untuk mengatasi permasalahan kesulitan air bersih yang sering dialami warga dalam musim kekeringan, menyusutnya sumber air baku eksisting di Rawa Biru, maupun meningkatnya kebutuhan air akibat bertambah jumlah penduduk Kabupaten Merauke.

Basuki memaparkan penyediaan air bersih sangat penting dalam pembanguan sumber daya manusia Indonesia karena meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus mengurangi risiko penyakit yang diakibatkan oleh air seperti diare.

“Penyediaan akses air bersih 100 persen bagi seluruh masyarakat menjadi target pemerintah dan juga upaya mewujudkan target Sustainable Development Goals (SDGs),” katanya.

Pada periode 2013-2016, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Papua Merauke, Ditjen Sumber Daya Air telah membangun jaringan pipa transmisi sepanjang 33,34 kilometer dengan anggaran total Rp 208 miliar.

Sedangkan pada 2018-2019 dilanjutkan dengan penambahan jaringan pipa transmisi sepanjang 15,94 kilometer yang dilengkapi dengan bangunan intake, boster, jembatan air bentang sepanjang 37,5 meter sebanyak 1 unit, dan jembatan air bentang sepanjang 15 meter sebanyak 4 unit.

Sumber air baku yang digunakan adalah Sungai Maro di Kabupaten Merauke dengan kapasitas 350 liter/detik. Pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi air baku dilakukan mulai 28 September 2018 hingga 13 Desember 2019 oleh kontraktor PT. Minarta Dutahutama dengan nilai kontrak Rp 93,9 miliar.

Di Kabupaten Merauke, Kementerian PUPR juga tengah menyelesaikan pembangunan saluran air pengendali banjir di Ibukota Kabupaten Merauke berupa pembuatan pasangan batu sepanjang 3.815 meter, pembangunan box culvert, dan jembatan.

Progres konstruksi hingga awal November 2018 sebesar 89,46 persen dan ditargetkan rampung pada akhir 2018. (*)