oleh

KELOMPOK TPN-OPM TOLAK BERNEGOSIASI DENGAN TNI-POLRI

-Artikel, Kriminal-1.418 views

Kitorangpapuanews.com, Mimika – Kelompok TPN-OPM yang menyandera 1300 orang warga di 2 (dua) Kampung di Distrik Tembagapura menolak untuk berkomunikasi dengan aparat keamanan.

Aparat mengaku kesulitan berkomunikasi dengan pimpinan kelompok tersebut karena menolak berkomunikasi dengan pihak luar. “Pimpinan kelompok tersebut tak mau berkomunikasi tapi aparat terus berusaha,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan. Alhasil, upaya negosiasi antara aparat dengan kelompok bersenjata mengalami jalan buntu.

Irjen Pol Setyo mengatakan, tim gabungan antara Polri dan TNI mencoba menghubungi pimpinan kelompok kriminal bersenjata. Sayangnya, kelompok tersebut tidak membuka ruang komunikasi. Padahal, upaya negosiasi dilakukan agar tidak timbul korban yang lebih banyak.

Irjen Pol Setyo tidak bisa memastikan kapan proses negosiasi bisa dilakukan. Selain melakukan pendekatan lunak, aparat juga memastikan agar warga yang disandera aman tanpa kekerasan.

Seperti diketahui, Kelompok TPN-OPM telah menyandera warga Kampung Kimbely dan Banti selama 4 (hari). Kelompok tersebut berjumlah 200 orang dengan dilengkapi senjata api sebanyak 30 pucuk serta senjata tradisional lainnya seperti parang dan panah.

Sampai dengan saat ini kelompok TPN-OPM telah melakukan berbagai macam tindak kriminal terhadap warga kampung seperti penjarahan, pemerkosaan, perampokan, intimidasi bahkan tidak segan-segan membunuh warga Kampung yang tidak menuruti keinginan mereka. Selain itu Kelompok bersenjata juga melarang warga untuk keluar kampung dan menjadikan mereka tameng untuk berlindung dari aparat kepolisian. (**)

News Feed