KELOMPOK PEMUDA DI FAKFAK MENOLAK DENGAN TEGAS ADANYA ORGANISASI KNPB DAN SEGALA BENTUK KEGIATANNYA

oleh

Fakfak_ Pimpinan GP Anshor, PMII, IPNU, IPPNU dan Banser yang merupakan sayap organisasi Nahdlatul Ulama Kabupaten Fakfak, menolak provokasi dan upaya KNPB melaluisayap organisasi mahasiswanya, untuk dijadikan sarana atau domplengan, untuk merongrong keutuhan NKRI.

Pernyataan ini ditegaskan dalam pernyataan sikap, yang dibacakan oleh Ketua GP Anshor Kabupaten Fakfak, Munawir Rengen, S.Ag.S.Sos. M.Adm.Pemb., Beberapa waktu yang lalu, bertempat di tebing Thumburuni.

Meski disertai curahan hujan, situasi ini tak mengendurkan semangat pemuda Nahdlatul Ulama untuk mengingatkan masyarakat, khususnya pemuda, mahasiswa dan pelajar agar mewaspadai gerakan KNPB.

“Bagi pemuda, mahasiswa dan pelajar NU di seluruh Indonesia, khususnya di Fakfak, NKRI sudah harga mati. Hal itu tidak akan tergoyahkan. Untuk itu, kepada KNPB sebaiknya menghentikan gerakan memprovokasi dan mendompleng itu. Dan kepada pemuda, mahasiswa dan pelajar NU, mari rapatkan barisan dan siap membela NKRI,” seru Munawir.

Dalam pernyataan sikapnya, pemuda, mahasiswa dan pelajar Nahdlatul Ulama Kabupaten Fakfak, menegaskan, tetap setia terhadap pancasila dan UUD 45 dan siap mempertahankan NKRI, menolakprovokasi yang dilakukan KNPB terhadap mahasiswa muslim, dan menyerukan kepada seluruh pemuda, mahasiswa dan pelajar muslim untuk menolak untuk dijadikan sarana bagi KNPB dan menyerukan untuk kembali kekhittoh sebagai pemuda, mahasiswa dan pelajar yang berasaskan pancasila.

Selembar pernyataan sikap ini ditanda tangani oleh Ketua GP Anshor, Munawir Rengen, S.Ag.S.Sos. M.Adm.Pemb., Ketua PMII, Amir Hamzah Gurium, Ketua IPNU Asrul Efendi Rumalessin, S.Kom., dan Ketua IPPNU, Sari Indrawati Rumoning, S.Sos.

Pembacaan pernyataan sikap ini merupakan respon supaya KNPB beserta sayap organisasi ke mahasiswaannya, yakni AMP atau Aliansi Mahasiswa Papua, yang beberapa waktu lalu di Jogjakarta, menyelenggarakan buka puasa bersama, namun didomplengi agenda mereka.

Dengan demikian, aksimenolak eksistensi dan gerakan KNPB di Kabupaten Fakfak, tercatats udah terjadi beberapa kali. Bisa jadi, hal ini merupakan suara masyarakat Fakfak yang menginginkan hidup damai, dalam nafas satu tungku tiga batu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *