Kelompok Kriminal Bersenjata Papua Di Tembagapura Adalah Pelaku Pelanggaran HAM Berat

oleh

Kitorangpapuanews.com, Jayapura – Selama ini kelompok separatis bersenjata di Papua selalu mengangkat isu pelanggaran HAM sebagai upaya menyerang aparat dan pemerintah melalui media. Sehingga seolah-olah pemerintah dan aparat keamananlah yang melakukan tindakan pelanggaran HAM.

Namun pernahkah kita menyadari, bahwa kelompok separatis bersenjata ini adalah warga sipil yang secara sah berada di dalam kedaulatan NKRI, memiliki senjata, secara terang-terangan melawan idiologi Pancasila dan UUD 1945, melawan pemerintah, menyerang aparat keamanan dan yang paling parah adalah sering melakukan perampokan, pembunuhan dan pemerkosaan terhadap masyarakat yang tidak berdaya karena ditodong oleh senjata.

Sampai saat ini, sudah tidak terhitung korban kebiadaban kelompok ini, baik dari pihak aparat keamanan maupun dari masyarakat sipil lainnya.

Kebiadaban kelompok ini yang paling terkini adalah yang terjadi di Kampung Utikini Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika, Senin (30/10). Sekelompok separatis bersenjata pimpinan Teny Kwalik, kelompok ini menjadikan Kampung Utikini sebagai markasnya dan tidak boleh ada orang asing apalagi aparat keamanan yang boleh masuk ke kampung tersebut.

Pasca kontak tembak dengan Brimob beberapa hari yang lalu, kelompok separatis bersenjata ini menjadikan masyarakat Utikini sebagai sanderanya, masyarakat tidak diperbolehkan keluar dari Kampung Utikini.

Selain tidak diperbolehkan untuk keluar Kampung, kelompok ini melakukan tindakan pemerkosaan kepada beberapa wanita di Kampung Utikini, selain melampiaskan nafsu bejadnya, meraka juga mengambil barang-barang berharga milik masyarakat secara paksa.

Masyarakat tidak ada yang berani melawan karena kelompok ini menodongkan senjata dan tidak segan-segan membunuh siapa saja yang mencoba melawan.

Menurut keterangan dari beberapa masyarakat yang berhasil kabur dan mengungsi ke Kampung Batu Besar, menyampaikan bahwa Kampung Utikini saat ini sudah menjadi penjara bagi masyarakat. Masyarakat sangat mengharapkan tindakan cepat dari pemerintah dan aparat TNI/Polri untuk membebaskan masyarakat dari kekejaman kelompok separatis bersenjata.

Masyarakat juga saat ini sudah kekuarangan bahan makanan, karena harta dan bahan makanan masyarakat saat ini telah dirampas habis oleh kelompok bersenjata tersebut untuk pesta dan hura-hura. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *