KEJURDA TINJU PAPUA, MENCARI ATLET UNGGULAN HADAPI PON XX

oleh

Timika, Kitorang Papua – Talenta muda Papua tidak pernah habis. Berbagai kompetisi pertandingan banyak diselenggarakan di Papua sebagai upaya menemukan bibit-bibit guna kompetisi yang lebih tinggi. Dari berbagai bidang cabang olahraga, salah satunya olahraga tinju.

Sebanyak 102 petinju dari 26 kabupaten/kota se-Papua mengikuti Kejuaran Daerah (Kejurda) Tinju Papua Elite Man/Woman di Mimika Sport Complex (MSC), Kota Timika, Papua, Rabu (21/11).

Kejurda Tinju yang berlangsung hingga Rabu (28/11) ini dibuka secara resmi oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan diikuti 71 petinju putra dan 31 petinju putri.

Sebanyak 26 kabupaten/ kota yang mengikuti kejurda ini di antaranya Kabupaten Mimika, Asmat, Merauke, Jayawijaya, Jayapura, Nabire, Kepulauan Yapen, Biak Numfor, Puncak Jaya, Paniai, Sarmi, Yahukimo, Tolikara, Waropen, Boven Digoel, Supiori, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Yalimo, Lanny Jaya, Nduga, Puncak, Dogiyai, Intan Jaya, Deiyai, dan Kota Jayapura. Sementara itu, tiga kabupaten yang tidak mengikuti kejurda ini, Kabupaten Keerom, Mappi, dan Pegunungan Bintang. Kabupeten Mimika selaku tuan rumah menurunkan 13 atletnya. Ada 18 kelas yang dipertandingkan untuk memperebutkan 18 medali emas, 18 medali perak, dan 36 medali perunggu, serta piala bergilir Gubernur Papua.

“18 kelas ini terdiri 10 kelas putra dan 8 kelas putri, ” kata Ketua Panitia Johanes Rettob yang biasa disapa Jhon. Menurut Jhon, dalam kejurda ini yang dipertandingkan adalah kelas amatir elit untuk atlet berusia 17 hingga 33 tahun. Biasanya, kejuaraan tinju kelas amatir elit diikuti atlet usia 17 hingga 40 tahun.  Hal ini dilakukan agar pada pelaksaan PON 20 tahun 2020 usia atlet maksimal 35 tahun. “Ini merupakan persyaratan untuk bisa mengikuti tinju pada PON nanti,” ujar dia.

Jhon menambahkan kejurda menjadi tolak ukur perkembangan dan sistem pembinaan tinju di Papua untuk menghadapi PON XX mendatang.

“Juara di ajang ini juga akan mewakili Provinsi Papua pada Kerjurnas di Lampung Desember ini,” tutur dia. Tak hanya itu, lanjut Jhon, dalam kejurda ini para hakim dan juri pertandingan akan mendapatkan penataran terkait aturan baru yang dikeluarkan Association Internationale de Boxe Amateur (AIBA). “Aturan pertandingan itu akan diterapkan pada PON XX mendatang,” kata dia. (*)