oleh

Kebakaran Hanguskan Sebuah Rumah di Sorong, Papua Barat

-News, Publik-395 views

Kitorangpapuanews.com – Sorong– Satu unit rumah berlantai dua milik David Kotadini (59), yang berlokasi di Jalan Melur RT 05 RW 05 Belakang Ramayana Mall, Kelurahan Klademak Distrik Sorong, Kota Sorong Papua Barat ludes dilalap si jago merah, Jumat (10/1). Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.30 WIT, diduga akibat korsleting listrik yang berasal dari lantai 2 rumah.Rumah tersebut ludes terbakar dengan cepat, dikarenakan lantai 2 rumah milik David terbuat dari kayu. Pantauan Kitorangpapuanews.com korban kebakaran David Kotadini bersama istri tampak sangat syok, melihat rumah yang ditinggalinya bertahun-tahun tersebut hangus terbakar. Hingga berita ini diturunkan, pasangan suami-istri ini masih belum bisa memberikan keterangan terkait peristiwa kebakaran yang menimpa mereka.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, dari salah satu anak asuhan korban yakni Mauren Natalia Matatula, sebelum terjadi kebakaran, dirinya bersama beberapa orang temannya dan David sedang berada didalam ruang tamu yang berada di lantai 1.

“Awalnya kita dengan bapak David, sedang latihan bermain terompet didalam ruang tamu, itu di lantai satu rumahnya bapak David. Tiba-tiba terdengar ada teriakan kebakaran dari luar rumah, sehingga kita langsung lari keluar,” ungkapnya.

Selanjutnya, ketika mendengar teriakan, mereka langsung berhamburan keluar rumah, untuk mengecek kebakaran terjadi di mana. Dan saat di luar rumah, Mauren mengaku dirinya dan teman-temannya melihat api berkobar dari lantai 2 rumah bapak David Kotadini.

“Kami waktu itu tidak dengar ada bunyi ledakan dan tidak rasa apa-apa. Tiba-tiba saja pas dengar teriakan, kemudian keluar rumah kita lihat api sudah menyala. Bapak David langsung lari naik ke atas lantai dua rumahnya. Namun karena api menyala dengan cepat, sehingga bapak David langsung turun dan keluar rumah,” bebernya.

Untuk barang-barang yang berhasil mereka selamatkan, kata Mauren, hanya speaker aktif, terompet dan komputer milik korban. Sementara itu, melihat api yang berkobar sangat besar dan takut api akan merembet ke rumah lainnya, warga sekitar secara bersama-sama membantu untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya. Yakni dengan mengambil air milik warga menggunakan ember, kemudian menyiram ke arah kobaran api.

Warga mencoba membantu memadamkan api sekitar satu jam lamanya, sebelum akhirnya 2 unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Sorong tiba di lokasi kebakaran. Warga sekitar pun tidak mengetahui pasti kebakaran disebabkan oleh apa.

Menurut Penanggung Jawab Pendidikan dan Pelatihan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Sorong, Musa Fonataba, mengatakan dirinya mendapatkan informasi tentang kebakaran sekitar pukul 21.30 WIT.

“Begitu dapat informasi, kami langsung turunkan dua unit mobil pemadam kebakaran dengan 14 personel, untuk membantu padamkan api,” bebernya saat ditemui Kitorangpapuanews, di lokasi kebakaran.

Dua unit mobil damkar tersebut, katanya, berisi air sebanyak 15 ton. Kendala yang dihadapi dalam pemadaman api, diakui Musa, tidak adanya penambahan air dari PDAM. Sebab untuk meminta penambahan air, harus melalui Direktur PDAM sedangkan kejadian sudah tengah malam.

“Kami akhirnya gunakan air yang ada di dua mobil damkar bervolume 15 ton. Untuk penyebabnya, kami pun belum tau,” pungkasnya.

Pantauan media ini, petugas damkar berusaha sekuat tenaga untuk memadamkan api yang berkobar sangat besar, agar tidak merembet kerumah lainnya. Bahkan meskipun api masih menyala dan panas, petugas damkar tetap mencoba naik diatas atap rumah dan menyemprotkan air ke kobaran api. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.15 WIT. Selain itu, untuk mencegah terjadinya korsleting listrik lagi, PT PLN langsung memadamkan aliran listrik di sekitar TKP.

News Feed