oleh

Keamanan Ditingkatkan, Pasukan Patroli Bersenjata Ditambah Pasca-Penembakan 3 Karyawan Freeport

-Artikel, News-55 views

Kitorangpapuanews.com“Kami menyikapi kejadian yang telah mengancam nyawa karyawan kami dengan sangat serius. Prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan para karyawan dan keluarga mereka,” ujar Riza dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2020).

Status keamanan di Kota Kuala Kencana, Mimika, Papua, yang merupakan wilayah operasional PT Freeport Indonesia, ditingkatkan pasca-penembakan yang menewaskan karyawan Freeport yang merupakan warga negara asing.

Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan, perusahaan sedang bekerja erat bersama TNI-Polri untuk meningkatkan langkah-langkah pengamanan di seluruh wilayah Kuala Kencana. Pasca-insiden tersebut, patroli pasukan bersenjata telah ditambah di seluruh Kuala Kencana

Fokusnya pada area-area permukiman di malam hari, dan ditingkatkan pada area-area komunitas, serta area kerja pada siang hari.

Fokusnya pada area-area permukiman di malam hari, dan ditingkatkan pada area-area komunitas, serta area kerja pada siang hari. “Kami menyikapi kejadian yang telah mengancam nyawa karyawan kami dengan sangat serius. Prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan para karyawan dan keluarga mereka,” ujar Riza dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2020).

Perusahaan juga telah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah untuk karyawan yang bekerja di Kuala Kencana sampai waktu yang dinyatakan aman oleh pihak keamanan.

Menurut Riza, jenazah Graeme Thomas Wall, karyawan PTFI yang meninggal akibat insiden penembakan tersebut, telah diberangkatkan dengan pesawat Airfast dari Timika ke Jakarta untuk keperluan otopsi. Pemberangkatan dengan Airfast dilakukan sesuai dengan izin yang diterima dari Pemerintah Daerah Mimika.

Keluarga besar PT Freeport Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. “Kami bekerjasama dengan keluarga almarhum untuk rencana repatriasi jenazah ke negara asal, New Zealand,” ujar Riza.

Almarhum telah bekerja bersama perusahaan selama 15 tahun. Graeme meninggalkan seorang istri, beserta empat orang anak. Sementara itu, dua orang korban luka dalam insiden penembakan yang sama, saat ini dalam proses pemulihan di RS Tembagapura.

“Keduanya dalam kondisi stabil,” ujar Riza.

Diberitakan sebelumnya, Senin siang sekitar pukul 14.00 WIT, KKB pimpinan Joni Botak menembak tiga karyawan di area perkantoran PT Freeport Indonesia di wilayah dataran rendah, Kuala Kencana. Joni Botak diketahui sebagai pimpinan KKB wilayah Kali Kopi di Mimika.

Dalam peristiwa itu, seorang karyawan Freeport yang merupakan WNA asal Selandia Baru bernama Graeme Thomas Weal (57) meninggal dunia. Sedangkan dua karyawan lainnya bernama Jibril MA Bahar (49) dan Ucok Simanungkalit (57) terluka. Jibril mengalami luka tembak pada perut bagian kanan dan paha kanan. Sedangkan Ucok mengalami luka tembak di siku kanan dan punggung belakang. Jibril dan Ucok kini tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Tembagapura.

 

News Feed