oleh

Keadian untuk Papua Tak Akan Didapat dari Pengadilan NKRI,kata Veronica Koman (Sang Ratu Provokator)

-Artikel-57 views

kitorangpapuanews.com —  Veronica Koman buronan HAM dan “Sang Ratu Provokator” menyatakan, orang Papua akan sangat sulit memenangkan proses hukum dalam pengadilan Indonesia. Terlebih kalau kasus tersebut menyangkut tahanan politik Papua.Veronica mengatakan, dirinya sudah sangat sering mengajukan gugatan perdata dengan Pasal 1365 KUHP tentang Perbuatan Melawan Hukum dalam beberapa kasus di Papua, namun selalu berakhir dengan kekalahan pihak Papua.

“Jadi yang harus dimengerti adalah, ini pengadilan NKRI. Orang Papua tidak akan menang. Ini bukan hanya pengalaman saya yang relatif sedikit ya untuk beracara di kasus Papua. Tapi ini juga dikatakan oleh pengacara HAM Papua yang sudah lebih senior,” kata Veronica dalam diskusi Pembebasan Tahanan Politik dan Masa Depan Demokrasi di Indonesia via YouTube, Rabu (22/4/2020). Dia mulai mencari simpati lagi di dunia Internasional karena berkali kali usahanya selalu gagal.

“Kita mau ngedraft sebagus apapun dokumen itu, tetap saja kalah karena ini pengadilan NKRI. Makanya keadilan tidak bisa ditemukan di pengadilan Indonesia, jadi kita pakai prinsip sebaik-baiknya melawan,” lanjutnya.Pengacara 6 tapol Papua di Jakarta, Michael Hilman menggambarkan situasi saat pengadilan menggelar kasus Papua yang selalu dipenuhi oleh aparat, ini dianggap mengintimidasi hakim.

Dia mencari jalan lain untuk berusaha membebaskan Tapol di papua. Dia juga aktif mencari bantuan dana, sebagian untuk biaya ia mencari simpati dan diberikan ke tapol. Papua menjadi fokusnya karena Veronica menganggap warga Papua ditindas, api faktanya KKSB OPM lah yang mengintimidasi dan meneror warga Papua seperti yang dilakukan kepada masyarakat di Tembagapura sehingga mengakibatkan warga mengungsi serta anak banyak yang merasakan trauma yang mendalam.

News Feed