KARENA MELAWAN, MARKAS GOLIAT TABUNI DISERBU, 1 ORANG ANGGOTA KKB TEWAS DI TEMPAT

oleh

Puncak Jaya, Kitorang Papua – Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgasgakkum) TNI/Polri menyerbu Markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kelompok Goliat Tabuni (GT) di Kp Gubuleme, Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Dalam kontak tembak dengan Kelompok Goliat Tabuni tersebut satu orang KKB dilaporkan tewas.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf Muhammad Aidi mengatakan, sebelum dilakukan penyerbuan, Tim Patroli Satgasgakkum TNI kekuatan 20 orang dipimpin oleh Lettu Inf Angga melihat bendera Bintang Kejora di atas ketinggian. Setelah didekati ternyata tempat tersebut merupakan Markas KKB kelompok Goliat Tabuni (GT) dengan pasukannya sekitar 50 orang bersenjata campuran.

Kelompok Goliat Tabuni ini merupakan pimpinan KKB yang selama ini sering melakukan aksi penyerangan, pemerasan hingga pembantaian terhadap masyarakat Papua baik pendatang maupun warga asli Papua. Kelompok GT terkenal sangat kejam, mereka tidak segan untuk membunuh siapapun yang melawan. Salah satu contohnya adalah Kepala kampung Kalome. Ia tewas dibunuh karena tidak mendukung kelompok GT.

Berdasarkan keterangan dari Kapendam, pasukan TNI memberikan peringatan dan ultimatum agar KKB tersebut menyerah namun tidak diindahkan. Justru mereka melancarkan tembakan ke arah pasukan TNI sehingga terjadi kontak tembak yang tidak dapat dihindarkan.

Belum bisa dipastikan senjata mereka ada berapa pucuk jumlahnya karena pandangan terhalang oleh semak-semak, namun mereka melancarkan tembakan cukup gencar.

“Kontak tembak berlangsung sekitar 30 menit, KKB pimpinan Goliat Tabuni akhirnya terdesak dan melarikan diri ke balik ketinggian masuk ke hutan lebat, Satuan TNI melaksanakan pengejaran dan berhasil menguasai markas Goliat Tabuni. Saat dilaksankan pembersihan ditemukan 1 orang anggota KKB tewas di tempat,” kata Kapendam.

Dalam penyerbuan tersebut, lanjut Kapendam, berhasil disita beberapa barang bukti antara lain, 1 pucuk senjata laras panjang jenis Lee-Enfield (LE) buatan Inggris, 2 buah kamera digital, sejumlah dokumen TPN/OPM, 1 pucuk pistol revolver, puluhan butir munisi berbagai kaliber, 1 senapan angin, 2 unit alat komunikasi (handphone), rangkaian amunisi Senapan Otomatis (SO), 2 unit laptop serta bendera Bintang Kejora.

TNI/Polri, ungkap Kapendam, terus mengimbau kepada KKB agar segera menyerahkan diri beserta senjatanya.

“Peluang tersebut selalu terbuka seluas-luasnya, bila mereka dengan kesadaran menyerahkan diri berikut senjatanya kami akan jamin keamanan dan keselamatannya. Kontak tembak adalah pilihan terakhir dan selalu kami hindari. Namun demikian demi kewibawaan hukum dan kedaulatan NKRI tentunya kami akan bertindak tegas bila mereka tetap keras kepala,” ungkap Kapendam.

Kitorang Papua ingin Papuaku damai. Segeralah kembali ke pangkuan NKRI. Saatnya Kitorang bangun Papua.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *