oleh

Kapolres Manokwari : Tidak Benar Bahwa Ada Tindak Kekerasan Kepada Tersangka Selama Proses Penyidikan

-Artikel, Kriminal-2.195 views

Kitorangpapuanews.com, Manokwari – Manokwari pada Selasa Pagi (7/11) sekitar pukul 09.10 WIT dikejutkan dengan aksi sejumlah massa yang berjumlah 15 orang, mereka melakukan pemalangan jalan dengan membakar sejumlah ban di tengah jalan protokol tepatnya di jl. Yos Sudarso, sehingga mengakibatkan kemacetan sepanjang 3 KM dan melumpuhkan aktivitas di Manokwari selama 1 jam.

Pemalangan tersebut dilakukan oleh keluarga tersangka pencurian di Manokwari yang selama ini meresahkan masyarakat. Tersangka tersebut antara lain Whisky Bosayor (21), Jimmy Korwa (21) dan Charly Manggaprouw (19).

Aksi tersebut dilakukan oleh pihak keluarga tersangka terkait beredarnya isu pemukulan yang dilakukan oleh TNI saat melakukan penyidikan kepada tersangka kasus pencurian senjata api milik anggota TNI di Polres Manokwari, Kalpolres Manokwari AKBP Christian Rony Putra angkat bicara mengenai hal tersebut.

“Tidak ada tindakan pemukulan dan penganiayaan kepada ketiga tersangka dalam proses penyidikan baik oleh pihak kepolisian maupun pihak TNI, kabar yang beredar bahwa penyidik dari TNI melakukan tindakan kekerasan pada saat proses penyidikan di Polres Manokwari itu tidak benar,” ucap Kapolres.

Keterangan Kapolres diperkuat oleh pihak Kuasa Hukum tersangka yaitu Yan Cristian Warinussy, S.H. dan Simon Banundi, S.H., menurut kuasa hukum tersangka isu tersebut menyebar setelah ibu dari salah satu tersangka yaitu Ny Olah Margaritha Maniakori (46) hendak menjenguk anaknya yang secara kebetulan bertemu dengan tiga orang penyidik dari TNI yang baru saja melakukan proses penyidikan kepada tersangka.

“Ny. Olah merasa terpukul sejak anaknya ditangkap, sehingga seringkali diluar kontrol menyalahkan beberapa pihak tanpa alasan, kemarin pun ketika bertemu dengan penyidik dari TNI tiba-tiba berteriak dengan mengeluarkan kata-kata kasar dan menuduh penyidik melakukan kekerasan, sehingga cukup memprovokasi orang-orang yang ada disekitarnya termasuk keluarga tersangka yang lainnya,” tutur Yan Cristian Warinussy, S.H.

“Kami takut dengan tindakan dari keluarga yang tidak kooperatif justru malah memberatkan kondisi dari tersangka, sehingga sulit bagi kami tim kuasa hukum untuk melakukan pembelaan,” tambahnya. (**)

News Feed