oleh

Kapolres Jayapura Kota : Keamanan Telah Pulih, Warga Tetap Beraktivitas

-News, Publik-577 views
Dialog interaktif Damailah Kota Ku yang diikuti oleh Kapolres Jayapura Kota dan FKUB setempat. (Dok: Humas Polda Papua)

Kitorangpapuanews.com, Kota Jayapura – Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav Urbinas menyapa masyarakat setempat lewat dialog Polisi Menyapa pada salah satu stasiun radio di Kota Jayapura.

Kapolresta Jayapura melakukan dialog interaktif dengan tema Damainya Kota Ku, bersama narasumber lainnya Ketua FKUB Kota Jayapura Pendeta Willem Itaar dan dan Sekertasris FKUB Kota Jayapura Ustad Eko Siswanto, Pada dialog yang disiarkan secara langsung, Kapolresta Jayapura menyebutkan situasi Kota Jayapura dan sekitarnya dalam situasi aman dan kondusif. Pengamanan di Kota Jayapura juga dibantu oleh BKO Brimob Indonesia.

“Kami terus melaksanakan tugas kepolisian, seperti patroli dialogis dan sambang, serta razia di berbagai tempat untuk membuat masyarakat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas,” ujarnya, Kamis 12 September 2019. Gustav juga menyebutkan aktivitas masyarakat, perkantoran dan sekolah, saat ini telah berangsur lancar dan aktif kembali seperti biasa. Ia juga meminta masyatakat Kota Jayapura tetap bergandengan tangan, serta melawan hoaks yang banyak beredar saat ini.

Gustav melanjutkan kehadiran polisi di jalan-jalan bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman, pasca unjuk rasa anarkis yang terjadi pada 29 Agustus 2019, agar tak ada lagi kelompok-kelompok atau perkumpulan orang yang ingin berbuat tindakan yang melawan hukum. Ketua FKUB Kota Jayapura,  Pdt. Willem Itaar menyebutkan pasca aksi anarkis di Jayapura, pihaknya melakukan pertemuan dari beberapa tokoh, pimpinan paguyuban dan petinggi agama untuk mencari solusi dan bertukar pendapat untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengapresiasi kepolisian  yang mengemban tugas negara untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap aman dan kondusif,” katanya. Pendeta Willem mengklaim dengan kehadiran polisi di jalan atau tempat-tempat ibadah, pihaknya juga merasa terjaga dan nyaman dalam menjalankan ibadah. “Kami sepakat dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat untuk menjaga tanah Papua, khususnya Kota Jayapura tetap aman dan kondusif. Diharapkan kepada masyarakat untuk tidak terpancing atau percaya pada informasi yang belum benar keberadaanya dan jangan mudah terprovokasi,” ujarnya.

Sedangkan, Ustad Eko Siswanto menyebutkan sebagai umat beriman, untuk selalu menjaga kedamaian, tidak ada satupun agama yang mengajarkan untuk menebarkan kebencian  dan melalukan pertikaian hingga permusuhan. Umat beragama pun selalu diajarakan untuk saling tolong menolong dan bergotong royong membangun keanekaragaman, hingga menjadi sesuatu yang kokoh meskipun berbeda keyakinan dan perbedaan.

“Membangun kebersamaan dalam berbagai perbedaan adalah hal yang sangat baik. Membangun musyawarah sangat penting dilakukan terhadap sesama, agar tercipta suatu komunikasi yang baik untuk menciptkan hal-hal yang positif,” tuturny

News Feed