oleh

Kapolda Sebut Penembakan Di Kuala Kencana, KKB Mau Tunjukan Eksistensinya

-Kriminal, News-456 views

Kitorangpapuanews.com -Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw mengatakan indikasi dari penembakan yang terjadi di Kuala Kencana, Senin (31/3/2020) yakni Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Joni Botak mau menunjukkan eksistensinya kepada semua pihak.

“Kira – kira begitu artinya bahwa tujuannya dia hanya mau membesarkan kelompoknya, mau diakui, minta pengakuan kira – kira, sebatas itu yang kami sadari, lebih dari itu tidak ada,” kata Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw, Selasa (31/3/2020) saat dirinya bersama dengan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab terjun langsung ke TKP.

Ia mengatakan seperti pernah diungkapkan sebelumnya, bahwa kelompok kriminal bersenjata tersebut adalah kolompok preman atau orang yang tidak memiliki pekerjaan alias nganggur. Juga memiliki senjata dengan berbagai cara bahkan terpaksa mencuri dan sebagainya.

“Sekarang mereka mau menunjukkan inilah kami, kelompok kami, kami punya kemampuan dan kekuatan seperti ini. Dia mau hanya sebatas itu, tapi kan mengorbankan nyawa orang, inilah yang kami sedang bahas dengan semua pihak bagaimana untuk bisa manangani hal ini,” ujarnya.

Karena kata Paulus, mereka sempat mau naik ke Tembagapura untuk melakukan upaya kekerasan di wilayah highland (dataran tinggi).

“Kemarin juga sempat anggota kami di lapangan monitor dan mereka (KKB) ada di sekitar sini  untuk melakukan kekerasan. Jadi anak – anak ini sebagian besar ada di sekitar kota tidak menduga bahwa mereka melewati wilayah ini,” katanya.

Ia mengatakan bahwa yang pihaknya pahami adalah KKB sudah terbiasa dengan jalur – jalur tradisional, jalur kebiasaan masyarakat seperti jalan tikus, dan lain sebagainya. Bahkan diperkirakan KKB yang melakukan aksi di Kuala Kencana sudah ada di seputaran TKP malam sebelum melakukan aksi.

“Jadi mereka manfaatkan ruang – ruang yakni alam itu sendiri. Kalau mereka sudah masuk ke sini berarti nyali mereka kuat, karena mungkin mereka mencoba menggunakan sarana lain. Bahkan mereka biasanya mengambil kesempatan dari cuaca guntur, kilat , petir dan cuaca – cuaca yang ada di Timika ini.

Sehingga Paulus mengatakan saat ini tim yang ditugaskan untuk pengejaran masih berjalan, sementara yang lainnya terus melakukan evaluasi.

Sementara itu, untuk kondisi korban dimana satu WNA meninggal dunia sementara dibawa ke Jakarta untuk dilakukan outopsi kemudian akan dibawa lagi ke daerah asalnya yakni Selandia Baru.

“Sementara yang luka – luka, sedang dirawat di Rumah Sakit Tembagapura,” tuturnya.

News Feed