oleh

Kapolda Prihatin Dari 19 Tersangka Kerusuhan Wamena 8 Orang Adalah Mahasiswa

-Kriminal, News-759 views

 

Kitorangpapuanews.com – Jayapura – Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Papua, Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw mendapatkan informasi bahwa delapan tersangka kerusuhan Wamena, 23 September lalu, ternyata masih berstatus mahasiswa.

Keprihatinan Waterpauw, menyusul tindakan mereka yang dinilai sangat tidak manusiawi dan cukup keras dalam kerusuhan di Wamena. Total 19 tersangka ditetapkan kepolisian terkait kerusuhan Wamena hingga pekan ini.

“Dari 19 tersangka, yang saya prihatin 8 orang ternyata mahasiswa. Tindakan mereka cukup keras dan sangat tidak manusiawi berkaitan dengan tindakan kemarin itu (Rusuh Wamena),” ungkapnya kepada wartawan usai membuka Operasi Zebra Matoa 2019 di Mapolda, Rabu (23/10).

Saat ini, kata Waterpauw, pihaknya tengah memilah status kemahasiswaan para tersangka Wamena. “Kita masih pilah-pilah status mahasiswanya seperti apa, apakah dia betul sebagai mahasiswa atau bekas mahasiswa atau mahasiswa drop out (DO), hanya labeling saja yang dia pakai,” tuturnya.

Baca juga :   Di Manokwari Seorang Pria Menjadi Korban Perampasan Dengan Kekerasan

Waterpauw menegaskan akan terus mengungkap pihak-pihak yang ikut merencanakan atau merancang aksi demonstrasi anarkis di Wamena. Terlebih, aksi 23 September lalu serempak dalam ruang waktu yang sama.

“Kami akan terus mengungkap pihak-pihak yang ikut merancang karena aksi itu kalau yang normatif biasanya ada periodesasi, hari ini ada aksi, hari ini rusuh kecil, hari berikutnya atau minggunya meningkat, tetapi yang dilakukan (Papua) serempak dalam ruang waktu yang sama dan wilayah melingkupi Kota Wamena,” bebernya.

Jenderal asli Papua yang telah dua kali menjabat Kapolda Papua ini tetap berprinsip menegakkan hukum terhadap para pelaku di Wamena. “Prinsip penegakkan hukum harus kita lakukan, siapa, dimana dan berbuat apa, harus bertanggung jawab,” tegas Waterpauw.

Baca juga :   Empat Pesawat Militer Rusia Akan Latihan Navigasi di Papua

Diketahui, aksi unjuk rasa pelajar di Kota Wamena, Papua, 23 September lalu, berujung rusuh. 33 orang meninggal dan lebih dari 70 warga mengalami luka-luka dalam kerusuhan di wilayah tersebut.

Unjuk rasa anakris diduga dipicu perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena. Sementara Polda Papua mengklaim telah mengkonfirmasi bahwa isu tersebut adalah tidak benar atau hoaks.

News Feed