oleh

Kapolda Papua: Perlu Keterpaduan Antar-Elemen Masyarakat Jaga Kedamaian di Papua

-Kriminal, News, Publik-813 views

Kitorangpapuanews.com– Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengaku heran lantaran berita palsu atau hoaks yang beredar di dunia maya lebih dipercaya dibanding imbauan dari pemerintah.

Menurutnya, hal ini menjadi tantangan yang harus diselesaikan. ” Saya pribadi merasa sedikit tertantang karena bisa secepat itu mereka percaya dengan berita seperti itu dan mengabaikan pernyataan atau imbauan ajakan daripada pemangku kepentingan dari pemerintah pusat, pemprov, pemkab. Itu udah berusaha tetapi juga tidak terlalu mengikuti,” ujar Paulus di Hotel Grand Alisson, Sentani, Jayapura, Selasa (1/10/).

“Mereka lebih banyak lebih suka dengan berita-berita yang diviralkan dari medsos. Saya pikir tantangan bagi kita generasi tua katakan untuk melihat generasi milenial sekarang dalam mengekspresikan pikiran mereka,” sambungnya.

Hal itu disampaikan Paulus saat membuka acara ‘Focus Group Discussion: Memperkuat Keterpaduan Antar-Elemen Masyarakat dalam Melawan Berita Hoax Guna Menjaga Kedamaian di Tanah Papua’. Acara itu dihadiri para pemangku adat dan tokoh agama Papua.

Kapolda Papua memberi contoh dari hoax yang membuat heboh. Salah satunya hoax terkait rasisme sehingga menyebabkan 3.000 mahasiswa dan pelajar Papua pulang kampung gara-gara merasa tidak nyaman.

“Sekarang luar biasa karena dampak dari perkataan rasis yang dilemparkan di Surabaya tanggal 15 Agustus berangkai dari Malang, kemudian tanggal 17 terjadilah viral berita hoax itu berita yang menghebohkan sekarang kita rasakan ada sejumlah mahasiswa pelajar yang sudah kembali ke tanah Papua karena merasa tak nyaman dan sebagainya katanya begitu yang kurang-lebih terdata lebih 3.000-an,” kata Paulus.

News Feed