oleh

Kapolda Papua Lakukan Pertemuan dengan Papua Island Community dan Pakar Ham Papua

Kitorangpapuanews.com – JAYAPURA – Kapolda Papua didampingi Dir Intelkam dan Kabid Kum Polda Papua melakukan pertemuan dengan aktivis muda Papua yang tergabung dalam PIC (Papua Island Community) dan Pak HAM Papua,Jumat (13/3) di Hotel Horizon Kotaraja Jayapura.

Maikel Yerisetouw Direktur Cenderawasih Reading Center/ Duta Baca mengatakan kegiatan ini untuk mendengar informasi dari Kapolda Papua terkait perkembangan sejumlah aktivis muda Papua yang diusulkan mendapatkan affirmative rekruitmen BUMN.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan kegiatan ini adalah lanjutan dari kegiatan coffee morning sebelumnya yang dilaksanakan di kediaman.

Pertemuan tersebut membahas dukungan anggaran dalam rangka pemulangan mahasiswa atau pelajar eksodus terkait keamanan, kenyamanan dan ketertiban masyarakat karena mahasiswa eksodus ini memiliki konektivitas, komunikasi, komunitas dan intelektualitas yang tinggi.

Kapolda menambahkan dalam penyelenggaraan PON XX bukan hanya sarana untuk memenuhi standar PON sendiri, akan tetapi ada mimpi besar kedepan anak-anak yang memiliki talenta olahraga melewati jalur ini menjadi pemicu diri mereka kedepan.

Direktur Pak HAM, Mathius Murib mengatakan Kantor PAK HAM dijadikan sebagai kantor pendaftaran bekerja sama dengan Polda, Kodam, Pemda dan KNPI.

Data mahasiswa eksodus yang telah didata sebanyak 721 mahasiswa dan yang berhasil dikembailkan sebanyak 167 mahasiswa. Hambatan Pak Ham yaitu mendapat ancaman dan tekanan dari pihak yang kontra dengan pemulangan mahasiswa eksodus.

“Tim kerja juga telah melaksanakan audiensi dengan Ketua DPR Papua dan mendukung kegiatan Tim Kerja, saran dari Ketua DPRP agar berkoordinasi dengan Pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara itu perwakilan aktivis mengatakan penjelasan Mathius Murib terkait pertanggungjawaban penggunaan anggaran pemulangan mahasiswa eksodus sebesar Rp1,5 miliar tidak menyentuh ke anak-anak mahasiswa eksodus.

Aktifis menilai laporan keuangan yang dibuat Mathius Murib tidak benar dan kurang rinci serta apabila diperiksa atau diaudit dapat terindikasi korupsi. Karena itu, aktifis meminta agar Dit Reskrimsus Polda Papua agar segera memeriksa Bapak Mathius Murib.

“Kita mengapreasiasi upaya yang dilakukanMathius Murib, namun kita perlu lakukan evaluasi untuk perbaikan kedepan, Kita hadir ditempat ini untuk mencari solusi, apa yang sudah dikerjakan oleh PAK HAM kita juga harus apresiasi, jangan sampai mahasiswa eksodus dipakai menjadi objek untuk mencari keuntungan oleh PAK HAM Papua,” ucap Perwakilan Aktifis.

Penyampaian Dir Intelkam Polda Papua mengatakan anak muda Papua harus mulai bangkit, mereka patut bersyukur Kapolda sudah meluangkan waktu untuk mereka.

Dia menjelaskan mahasiswa eksodus adalah masalah yang serius dan harus ditangani secara bersama-sama, mereka disini sebagian kecil yang mau lihat permasalahan ini. Ini cikal bakal untuk melangkah kedepan yang lebih solid.

“Kita wajib menyoroti anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam hal ini Pemda kepada PAK HAM Papua dan justru masyarakat mempunyai peran dalam pengawasan terhadap penyelenggaraan keuangan Negara. Saya melihat nilai uang yang dikeluarkan oleh PAK HAM Papua lebih besar diperuntukkan untuk kegiatan diluar pemulangan mahasiswa eksodus padahal kegiatan kita ini adalah kegiatan kemanusiaan,” kata Dir Intelkam Polda Papua.

Dir Intelkam Polda Papua menambahkan Polda memiliki Tim Trauma Healing yang sebenarnya bisa berkolaborasi dengan PAK HAM Papua untuk memberikan trauma healing kepada para mahasiswa eksodus sehingga diharapkan semakin banyak mahasiswa eksodus yang mau kembali kuliah ke kota studi masing-masing.

News Feed