oleh

Kapen Kogabwilhan III : Jangan Fokus Satu Kasus, Dengan Mengesampingkan Kasus-Kasus Lainnya Di Intan Jaya

-Berita, Kriminal, News-311 views

Kitorangpapuanews.com – Menko Polhukam Mahfud MD telah mengumumkan rekomendasi dari Tim Gabungan Pencarian Fakta (TGPF) kasus meninggalnya Pdt. Yeremia Zanambani pada 21 Oktober 2020.

Tidak lama berselang, Tim Independen Kemanusiaan yang dipimpin Haris Azhar juga menyampaikan hasil temuannya.

Tim Haris Azhar yang beranggotakan para aktivis secara detil menguraikan kronologis kejadian hingga terduga pelaku, sedangkan TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) memilih untuk tidak mendahului proses hukum.

Kendati Ketua Tim Investigasi Lapangan TGPF Benny Mamoto mengklaim pihaknya punya data yang lebih lengkap, namun bukan kewenangan timnya untuk mengungkap identitas pelaku.

Masih dalam kasus yang sama, Komnas HAM RI juga telah mengumumkan hasil investigasi pada Senin siang, dengan kesimpulan bahwa Pdt. Yeremia Zanambani meninggal setelah mengalami serangkaian penyiksaan oleh diduga oknum anggota TNI.

Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa menyatakan institusi TNI sangat menghargai rekomendasi TGPF termasuk temuan pihak lain.

“Sejak awal TNI mendukung keputusan pemerintah terkait hal ini, dan aktif mengamankan TGPF selama tugas investigasi di lapangan,” katanya dalam siaran pers, Senin (02/11).

Suriastawa menegaskan, TNI menjunjung tinggi proses hukum yang berlaku, termasuk bila ternyata dari proses hukum ditemukan keterlibatan oknum prajurit TNI.

“Sejak beberapa hari yang lalu, Tim Investigasi TNI AD telah terjun di lapangan sebagai tindak lanjut rekomendasi TGPF,” ujarnya  .

Namun, Suriastawa juga mengingatkan bahwa rangkaian kejadian di Intan Jaya mulai 14-18 September 2020 itu menelan 5 korban jiwa, terdiri dari 3 warga sipil dan 2 anggota TNI.

“Seperti rekomendasi TGPF, TNI mendukung pengusutan tuntas seluruh kasus ini,” ujarnya.

Untuk itu, Suriastawa meminta agar pengungkapan kasus kekerasan tersebut tidak hanya fokus pada satu kasus saja, dengan mengesampingkan kasus-kasus lainnya.

“Karena ini adalah satu rangkaian kejadian,” ujarnya.

Menurut dia, dengan dikesampingkannya seluruh fakta dari rangkaian kejadian ini, justru akan mengaburkan masalah yang paling mendasar.

“Yaitu keberadaan gerombolan kriminal bersenjata, sumber masalah di Papua ini,” tegasnya.

News Feed