KABUPATEN PUNCAK MILIKI 2 PESAWAT TERBANG BARU

oleh

Jayapura, Kitorang Papua – Pasca 2016 lalu, satu unit pesawat canggih jenis Carebouw yang baru dibeli Pemerintah Kabupaten Puncak mengalami kecelakaan, hingga seluruh pilot dan penumpangnya dikabarkan tewas, tak membuat keinginan pemerintah kendur dalam memberikan fasilitas terhadap masyarakatnya.

Saat ini pemerintah Kabupaten Puncak, Papua, kini memiliki dua unit pesawat jenis Cessna Grand Caravan, untuk melayani transportasi bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Pesawat adalah moda transportasi yang sangat diperlukan karena masyarakat sangat bergantung pada angkutan udara ini, termasuk pasokan bahan makanan harus dikirim menggunakan pesawat lantaran akses jalan darat belum tersambung dengan daerah lain. Sehingga, masyarakat di Puncak sangat memerlukan adanya pelayanan penerbangan khusus dan murah.

Bupati Puncak Willem Wandik mengatakan, kedatangan dua pesawat jenis Cessna Grand Caravan yang dibeli dari Amerika ini menjadi semangat baru, sekaligus penghapus trauma yang mereka alami pasca kecelakaan pesawat Carebouw pada 2016 silam.

“Dua unit pesawat ini adalah hasil asuransi dari pesawat Carebouw yang tahun 2016 lalu mengalami kecelakaan. Selanjutnya, kedua pesawat itu nantinya akan dikelola perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Puncak,” ungkap Willem, ketika diwawancarai di Kota Jayapura, Kamis (10/1) malam.

Willem Wandik mengatakan, dua pesawat ini akan melayani transportasi udara bagi masyarakat di Puncak, karena satu-satunya transportasi ke Puncak, untuk jangka pendek saat ini, hanya menggunakan pesawat udara. Kondisi ini tentunya mempengaruhi tingginya barang dan jasa, sehingga pembangunan agak sedikit terhambat.

“Saya berterima kasih kepada Menteri Perhubungan yang sudah memberikan izin kepada kami, sebab kami sudah merindukan pengadaan pesawat di Puncak, terus terang saya senang bahagia bersama masyarakat Puncak, karena setelah pesawat Carebouw jatuh, ternyata dia tidak mati, tapi dia bangkit dan dua unit pesawat bisa ada, untuk melayani masyarakat Puncak lagi,” ujar dia.

Willem Wandik membeberkan, selama ini anggaran pemerintah daerah dikeluarkan hampir 60 persen hanya digunakan untuk transportasi udara, sehingga hal itu menghambat pembangunan di daerahnya.

“Bayangkan saja. Kalau kita ingin membangun jembatan. Penyerapan anggarannya bisa lebih besar untuk jasa transportasi ketimbang biaya pembangunannya. Begitu juga kalau saya kunjungan kerja, untuk menggunakan pesawat carteran harus mengeluarkan biaya Rp 30 juta sekali terbang. Belum lagi biaya bahan pokok tinggi, lantaran biaya transportasinya tinggi,” kata dia.

Melalui dua unit pesawat ini, Willem Wandik akan memberikan subsidi bagi masyarakat, sehingga harga tiket dapat ditekan menjadi Rp 300.000 perorang.

“Ya, kita akan subsidi masyarakat. Kalau tidak harga tiket ke Kabupaten Mimika bisa mencapai Rp 2 juta bahkan Rp 3 juta,” sebut dia. Tak hanya itu, Willem Wandik berharap kepada perusahaan yang mengelola pesawat ini, dapat memberikan dampak bagi pendapatan daerah Kabupaten Puncak. (*)