oleh

Kabupaten dengan nol kasus Covid 19, tetapi rawan gangguan aksi KKSB OPM

-Artikel-34 views

kitorangpapuanews.com — Kabupaten Intan Jaya, Papua, dalam beberapa bulan terakhir kerap menjadi sorotan karena keberadaan kelompok kriminal Separatis bersenjata (KKSB) yang beberapa kali berulah dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Akan tetapi, di sisi lain, Intan Jaya menjadi satu dari sedikit kabupaten di Indonesia yang tidak memiliki kasus positif Virus Corona atau Covid-19. Bahkan saat ini, di Intan Jaya juga tidak terdapat orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

“Puji Tuhan di Intan Jaya tidak ada kasus Covid-19. Awalnya memang ada ODP, namun sudah bebas setelah menjalani karantina mandiri dan juga penanganan yang baik dari petugas kesehatan. Untuk itu, kami siap menerapkan new normal,” ujar Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, di Jayapura, Sabtu (6/6/2020).Minimnya akses transportasi di Intan Jaya yang biasa selalu menjadi kendala dalam proses pembangunan, justru saat masa pandemi Virus Corona menjadi sebuah keuntungan.

Untuk menuju Intan Jaya, kini sudah ada pilihan dua moda transportasi, yaitu melalui jalur darat dan udara. Untuk jalur darat, kendaraan bermotor harus menempuh jakarak 74 km dari Enarotali, Kabupaten Paniai, ke Distrik Sugapa, yang merupakan ibukota dari Intan Jaya. Namun, warga yang hendak melintas jalur tersebut harus melewati medan yang tidak mudah karena kondisi geografisnya berbukit-bukit dan sebagian besar jalannya belum beraspal.

Kemudian, jalur lainnya adalah moda transportasi udara. Untuk ke Bandara Sugapa yang hanya bisa didarati oleh pesawat berbadan kecil, warga harus terbang daru Bandara Nabire atau Mimika. Waktu terbangnya pun hanya bisa dilakukan dari pagi hingga siang hari. Keberadaan Intan Jaya yang berada di deretan pegunungan Cartenz membuat wilayah tersebut sering tertutup kabut.

Keterbatasan akses tersebut yang kemudian memudahkan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya menutup akses pintu keluar dan masuk sehingga pergerakan manusia bisa dikendalikan. Hal tersebut yang kemudian dianggap Natalis Tabuni menjadikan daerahnya tidak tersentuh Covid-19. Bahkan, Natalis menyebut, Intan Jaya menjadi salah satu dari 17 kabupaten di Indonesia yang ditetapkan oleh presiden sebagai kabupaten bebas Covid-19.

“Langkah-langkah yang sudah diambil dengan ketat dan terukur adalah pembatasan arus lalu lintas penumpang dari Nabire dan Timika, serta jalan darat ke Paniai. Dari pembatasan ini membuat sampai sekarang tidak ada kasus positif Virus Corona,” kata dia. Dengan sudah adanya surat edaran dari Pemerintah Provinsi Papua mengenai relaksasi pembatasan sosial, termasuk juga pembukaan bandara dan pelabuhan, Natalis mengaku siap untuk mengikuti hal tersebut.

Menurut dia, penutupan akses yang telah dilakukan lebih dari dua bulan, membuat aktivitas ekonomi masyarakat terganggu.”Kalau tidak dibuka, bisa-bisa kami krisis ekonomi. Namun, kami selalu mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu selalu menggunakan masker di tempat umum dan menjaga jarak satu sama lain,” kata dia.

Sebagai informasi, dalam satu bulan terakhir terjadi dua aksi penembakan oleh KKSB yang dilakukan kepada tenaga medis dan warga sipil.Kejadian pertama terjadi pada 21 Mei 2020. Saat itu, KKSB melakukan penembakan kepada dua tenaga medis di Distrik Wandai. Akibatnya, satu tenaga medis bernama Heniko Somou tewas, sedangkan rekannya Alemanek Bagau yang juga mengalami luka tembak sempat kritis, namun kini kondisinya berangsur pulih.

Kemudian, kejadian kedua terjadi pada 29 Mei 2020 di Jalan Trans Papua Magataga, Perbatasan Kabupaten Intan jaya dan Kabupaten Paniai. KKSB yang mengaku sebagai tentara hutan membunuh seorang warga sipil bernama Yunus Sani karena dicurigai sebagai mata-mata aparat keamanan.

News Feed