oleh

JEMAAH GEREJA TORAJA GELAR DOA BERSAMA BAGI KORBAN PEMBANTAIAN NDUGA

Toraja, Kitorang Papua – Berbagai aksi solidaritas menanggapi tragedi pembantaian Nduga. Salah satunya dilakukan oleh warga Kristen Protestan Jemaah Rantepao, klasis Rantepao, Gereja Toraja, Sulawesi Selatan, Minggu (09/12).

Jemaat menggelar doa bersama untuk warga Toraja Utara yang menjadi korban pembantaian oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Provinsi Papua. Sebagaimana dimuat pada berita regional.kompas.com, menurut Pendeta Efrain A Matasak, jemaah Gereja Toraja melakukan doa bersama sebagai bentuk menyatakan kepedulian untuk segenap keluarga korban yang ditinggalkan.

“Sebagai bagian dari satu persekutuan umat dan sebagai bagian dari warga Toraja Utara, ini adalah cara gereja dalam menyatakan kepedulian bagi segenap keluarga korban. Jadi hari ini salah satu pokok doa safaat akan disampaikan kepada Tuhan dalam doa jemaah hari ini,” katanya.

Warga jemaah Gereja Toraja juga melakukan ibadah penghiburan di masing-masing rumah duka korban pembantaian KKB. Pada Sabtu (08/12) pagi, sebanyak 7 jenazah korban pembantaian KKB tiba di Toraja Utara pukul 07.19 WITA di halaman gedung Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja, Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Ketujuh jenazah tersebut masing masing Agustinus, Alpianus, Carly Zatrino, Anugrah, Dino kondo, Daniel Karera dan Markus Allo.

Setelah diterima di gedung Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja dan pembacaan doa, ketujuh jenazah langsung diberangkatkan ke rumah duka masing-masing dengan menggunakan ambulans milik Pemerintah Daerah Toraja Utara. (*)

News Feed