oleh

Jayapura hadapi musim hujan dan angin kencang

JAYAPURA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah V Jayapura meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan meningkatnya curah hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah Papua dan Papua Barat.

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Balai Besar Wilayah V Jayapura, Darmawan mengatakan, masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan.

“Dampak yang ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang dan jalan licin,” katanya di Jayapura, Kamis (1/6/2017).

Menurut Darmawan, operator jasa transportasi laut dan penggunanhya, nelayan dan masyarakat di wilayah pesisir juga harus mewaspadai potensi gelombang laut tinggi dengan ketinggian antara 2,5-4,0 meter.

“Ketinggian gelombang laut ini berpotensi terjadi di Perairan Baubau-Kepulauan Wakatobi, Perairan selatan Kepulauan Kei-Kepulauan Aru, Perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Leti, Perairan Kepulauan Babar-Kepulauan Tanimbar dan Laut Arafuru,” ujarnya.

Dia menjelaskan tidak hanya itu, gelombang tinggi tersebut juga berpotensi terjadi di perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba, perairan selatan Pulau Sawu, Samudera Hindia barat Sumatera hingga selatan NTT, Laut Timor dan Laut Banda.

“Potensi peningkatan curah hujan disertai peluang kejadian angin kencang serta gelombang tinggi ini diprediksi terjadi sejak 31 Mei hingga 3 Juni 2017,” katanya.

Dia menambahkan, prediksi cuaca itu tidak hanya terjadi di Papua dan Papua Barat, namun juga di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Maluku. (Dees)

News Feed