JASAD DAUD MOHI BERHASIL DIEVAKUASI TIM SAR

oleh

Timika, Kitorang Papua – Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR), yang terdiri dari personil SAR Kabupaten Mimika beserta Polsek Mimika Baru dan keluarga korban berhasil menemukan jasad Daud Mohi (34). Seorang pendulang yang sebelumnya (18/9) dilaporkan hilang di Kali Kabur (Aliran pembuangan limbah tailing Freeport di Sungai Ajkwa), area mile 28.

Kepada kantor SAR Kab. Mimika, Monce Brury mengatakan bahwa keluarga korban yang bergabung dalam Tim Sar menemukan jasad korban terdampar dipinggiran Kali Kabur sekitar pukul 04.00 WIT dengan jarak kurang lebih 8 Km dari titik penyebrangan.

Setelah dapat informasi dari keluarga korban, 10 personil tim SAR dan 12 Personil kepolisian langsung mengevakuasi jasad korban ke RSUD  untuk divisum.

“Sebetulnya tidak ada yang mengetahui di titik mana korban terseret banjir tetapi rekan-rekan dan keluarga korban menemukan tas dan sepatunya tercecer disepanjang pinggiran sungai sampai ke titik jasadnya ditemukan. Intinya semua keluarga sudah mengetahui dan mengenal bahwa itu merupakan keluarga mereka”, ujar Monce Brury.

Monce Menjelaskan, berdasarkan Informasi yang diperoleh dari reka-rekan korban bahwa, korban sebenarnya telah menghilang sejak 15 Sepgtember 2018. Setelah berupaya mencari dan tidak membuahkan hasil, barulah dilaporkan ke Kantor SAR pada 18 September 2018.

Rekan-rekan korban mengaku bahwa ketika hendak menyebrang ke arah camp, korban sudah dilarang untuk melakukan aktifitas pendulang emas dengan alasan sungai dalam keadaan banjir besar. Saat korban menghilang, reka-rekan sedang beristirahat di camp sehingga tidak satupun yang menyaksikan korban terseret arus sungai.

“Korban sudah menghilang di hari sabtu, tapi karena keluarga dan rekan-rekannya sudah berupaya mencari dan tidak ditemukan, maka hari selasa baru dinformasikan ke SAR. Dengan informasi itu, maka tim kami langsung melakukan pencarian”, ujar Monce

Dengan adanya persitiwa ini, Monce mengharapkan agar para pendulang wajib untuk mengetahui situasi alam sebelum melakukan aktifitas pendulang emas di wilayahnya Kali Kabur dan sekitarnya.

Meninggalnya korban ini harus dijadikan pelaran bagi rekana-rekannya supaya bisa membaca dan mengetahui situasi dan cuaca.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *