oleh

IRONI NASIB GURU, NIAT MULIA CERDASKAN ANAK PAPUA, MALAH DISANDERA DAN AKAN DIPERKOSA KKSB OPM di TEMBAGAPURA, PAPUA

-Artikel, News-2.937 views

Kitorangpapuanews.com   Gerombolan KKSB OPM memang sempat menculik guru-guru itu, namun bukan berarti hak mendapat pendidikan anak papua bisa direnggut pula oleh KKSB OPM. Pendidikan harus terus dijamin untuk anak-anak Papua. Papua sedang dibangun oleh pemerintah Indonesia, termasuk melalui pemerataan pendidikan. Guru-guru mengajar sampai penjuru Bumi Cenderawasih, hingga saat ini tidak terlepas dari peran guru yang telah membimbing anak muridnya menjadi manusia dewasa dan berperan aktif dalam pembangunan di Papua. Kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh kemampuan para pendidiknya untuk mengubah karakter generasi penerusnya ke depan. Tanpa figur pendidik, mungkin Papua  tidak akan dapat menikmati hasil jerih payah putra-putri yang sudah mendorong perkembangan kemajuan di Papua.

Namun, demikian lagi- lagi KKSB OPM membuat kejahatan, yang terjadi baru-baru ini ironi tiga pahlawan tanpa tanda jasa ini adalah guru Sekolah Dasar (SD) yang memiliki niat mulia untuk membentuk karakter yang baik untuk anak-anak papua harus mengalami peristiwa penyanderaan dan penodongan senjata oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB OPM) Baluni di Kampung Arwanop, Tembagapura, Mimika, Papua.

Ketiga guru itu dilaporkan sempat disandera KKSB sejak 15 Februari saat KKSB memasuki Kampung Jagamin untuk mencari warga non Papua. Pelaku penyanderaan adalah 50 orang Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB OPM) kelompok Arwanop pimpinan Guspi Waker. Mereka adalah anak buah Ayub Waker yang telah meninggal.

Beruntung, nyawa tiga guru SD selamat. Terjaminnya keamanan tiga orang SD itu berkat jasa aparat TNI-Polri, tokoh adat dan  tokoh agama Kampung Arwanop. ketiga guru tersebut yang kemudian melaporkan kejadian kepada Pos Satgas Pamrahwan Aroanop Yonif 754/20/3/Kostrad.

Tiga hari di bawah ancaman tentu bukan situasi yang biasa-biasa saja. Kini ketiga guru tengah menjalani penyembuhan trauma psikologis.

“Untuk sementara kita amankan dan diberikan trauma healing. Kalau sudah tenang akan dilanjutkan pengambilan keterangan,” tambah Letkol Inf Pio L Nainggolan

Komando Distrik Militer (Kodim) 1710 Mimika menyiapkan personelnya untuk mengganti tiga guru SD Baluni yang sedang menjalani trauma healing. Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf Pio L Nainggolan mengatakan kegiatan belajar mengajar di SD memang sempat terhenti.

“Kami akan siapkan personel untuk mengajar sementara di sana, untuk mengajar SD maupun SMP Babinsa kami punya kemampuan,” kata Letkol Pio.

Ada Apa dengan setiap tragedi Penyanderaan, Pelanggaran HAM, pemerkosaan dan pembantaian yang dilakukan oleh KKSB OPM tidak seorangpun pejabat Pemda, Pemprov dan tokoh Papua lainnya yang berkomentar prihatin?. Kejadian pembantaian, penyaderaan hingga pemerkosaan yang dilakukan KKSB OPM terhadap warga sipil di Papua sudah menyalahi Hukum dan Pelanggaran HAM berat. Setiap kepala daerah wajib hukumnya untuk mendukung, membantu dan memfasilitasi TNI-Polri dalam membasmi dan menumpas segala bentuk Kekejaman KKSB OPM di Tanah Papua. Bukan sebaliknya justru melindungi para KKSB OPM

News Feed