oleh

IRONI DI BUMI CENDERAWASIH “SAAT TNI DISALAHKAN SEBAGAI PENYEBAB TERJADINYA KONFLIK”

-Artikel, Berita-618 views

Kitorangpapuanews.com – Dimana ada asap disitu pasti ada api, dimana ada Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) disitu pasti ada TNI. TNI selalu ada apabila adanya sekelompok orang yang mengusik kedaulatan NKRI. Itulah istilah yang tepat menggambarkan situasi Papua saat ini, tapi sungguh sangat ironis apabila kita lihat TNI selaku alat negara dalam menjaga kedaulatan NKRI oleh sekelompok orang malah dituding sebagai penyebab lahirnya konflik, pengungsian dan pelanggaran HAM di wilayah Papua.

Menurut Jhon Al Norotouw sebagai Pengamat Sosial Politik Papua, mengatakan bahwa Konflik di Papua bukan karena hadirnya TNI tapi karena adanya sekelompok orang yang mempersenjatai diri secara illegal dan melakukan pemberontakan terhadap kedaulatan negara yang sah.

“Tidak ada suatu hukum apapun yang membenarkan adanya seseorang atau sekelompok orang yang tanpa hak boleh mengangkat senjata secara illegal” Tegasnya.

Pada dasarnya penempatan dan penugasan personel TNI di seluruh wilayah kedaulatan NKRI adalah hak dan kewajiban Institusi TNI sebagai bentuk kehadiran negara dalam rangka menjaga kedaulatan negara yang telah dimuat pada pasal 7 Undang-Undang No. 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia sebagai penegak kedaulatan negara.

Perlu diingat yang harus kita luruskan dan pikirkan disini bahwa bukan TNI yang telah melahirkan pengungsian dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Sehingga membuat masyakat Papua menjadi tidak tenang dan tidak merasa aman dalam menjalankan kehidupannya. Akantetapi akar dari permasalahannya adalah dengan adanya KKSB di wilayah Papua yang menyebabkan terjadinya konflik di atas bumi Cenderawasih.

Masih ingatkah dengan kejadian tragedi pelanggaran HAM berat, pemerkosaan dan pembantaian yang dilakukan oleh KKSB. Tercatat, KKSB telah melakukan pembantaian secara sadis terhadap 31 pekerja di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kabupaten Nduga. Ke 31 orang pekerja jembatan ini merupakan buruh bangunan dari PT Istaka Karya dilaporkan tewas.

Penembakan di Bandara Kenyam Pada 25 Juni 2018. Kelompok Egianus Kogoya yang pernah menyekap belasan guru yang sedang bekerja di SD YPGRI 1, SMPN 1 dan tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Mapenduma, Nduga.  Dimana tindakan tersebut sudah merupakan bentuk ancaman langsung terhadap Kedaulatan Negara.

Jadi sungguh sangat ironis apabila ada sebagian orang yang bersikap bukannya membela negara tetapi justru membela dan melindungi para pemberontak di negerinya sendiri.

News Feed