oleh

Intan Jaya Masih Zona Hijau dari Penyebaran Covid-19

Kitorangpapuanews.com -JAYAPURA-Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, SS.,M.Si, mengungkapkan, meski masih bebas dari penyebaran dan penularan Corona Virus Disease atau Covid-19, yang dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari, tapi Pemerintah Kabupaten Intan Jaya terus berupaya menggelar sosialisasi kepada masyarakat, untuk mencegah virus yang mematikan ini.

 Bupati mengaku, sampai saat tim gugus pencegahan percepatan penanganan Covid -19 Intan Jaya, masih terus melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 yang berjalan efektif. Sehingga, diharapkan  kedepan tak ada kasus Covid-19 di wilayah Intan Jaya.

 “Kami terus melakukan sosialisasi melalui tim gugus tugas agar warga di Intan Jaya tetap berperilaku hidup bersih dan sehat, jangan keluar kemana-mana, jaga jarak, gunakan masker, rajin mencuci  tangan menggunakan sabun di air mengalir, menghindari tradisi  berjabatangan dan lain-lainnya yang memang harus dihindari saat ini dalam penularan Covid-19,”katanya, Jumat(10/4) kemarin.

Diakui, selama ini tim gugus tugas telah melakukan sosialisasi di tempat-tempat umum, gereja, maupun lainya. Hal lain, Tim Gugus Tugas Covid-19 bersama Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), telah menggelar rapat  dan menyepakati  untuk  mensuplai logistik, peralatan kesehatan,  tim medis, Sembako dan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Nabire ke Sugapa dimulai  sesuai dengan prosedur tetap.

 “Untuk akses penumpang dari Kabupaten Nabire tetap tutup baik jalan darat maupun penerbangan tapi untuk logistik Bama,

BBM, telah berjalan namun tetap dengan tahapan-tahapan pencegahan tetap diperketat. Hal ini dlakukan bupati karena setelah dipantau bahwa tidak ada positif,ODP, dan PDP di Intan Jaya dan sosialisasi berjalan efektif.

” Kami juga telah mengantisipasi dampak sosial ekonomi  yang akan terjadi, jika akses masuk keluar  Intan Jaya sementara ditutup, kami juga terus meningkatkan  persediaan Bama dan BBM, agar masyarakat tak kesulitan di kemudian hari,”imbuhnya.

Ditambahkan, terkait pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) dan Rapid Diagnostic Test (RDT) atau  alat pendeteksi Covid-19 dan alat mengukur suhu badan (termoschan) tetap dibutuhkan.

Bupati juga merencanakan membangun  ruang isolasi di Sugapa bagi pasien Covid-19, sebelum dibawa ke Rumah Sakit  Rujukan di  RSUD Nabire. Pasalnya,

ruang Isolasi tetap dibangun,untuk transit ke RS rujukan itu tetap dilakukan sambil pencegahan dan sosialisasi di Intan Jaya.

News Feed