oleh

Ini Putra Asli Papua Pertama Yang Jadi Kepala Kejaksaan Tinggi

-News, Publik-586 views

Kitorangpapuanews.com – Untuk pertamakalinya, ada putra Papua asli dipercaya menduduki jabatan kepala kejaksaan tinggi. Namanya Nikolaus Kondomo.

Senin (18/11) Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin melantik Nikolaus sebagai sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua. Pelantikan digelar di Gedung Baharuddin Lopa, Komplek Kejaksaan Agung. Di saat yang sama, Jaksa Agung juga melantik Kepala Kejaksaan Tinggi Banten (Kajati Banten) Rudi Prabowo Aji.

Ini merupakan kali pertama ST Burhanuddin melantik jajaran eselon I dan eselon II Kejagung semenjak sejak dirinya ditunjuk sebagai Jaksa Agung oleh Presiden Jokowi. Pelantikan kali ini, untuk mengisi 3 jabatan Jaksa Agung Muda (JAM) yang lumayan lama kosong. Burhanuddin melantik Bambang Rukmono sebagai Jaksa Agung Muda Pembinaan (Jambin) Kejaksaan Agung.

Kemudian, Feri Wibisono sebagai Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jam Datun), Ali Mukartono sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jam Pidum).

Selain 3 orang di posisi JAM, Burhanuddin juga melantik Sugeng Purnomo, Tony Tri Bagus Spontana dan Hidayatullah sebagai Staf Ahli Jaksa Agung.

Untuk Pejabat Eselon II ada Heffinur yang dilantik sebagai Direktur Tindak Pidana Narkotika Dan Zat Aditif Lainnya.

Saat memberikan sambutan, Jaksa Agung ST Burhanuddin menekankan agar pejabat yang dilantik segera beradaptasi dengan mempelajari dan menguasai situasi kondisi daerah penugasan masing-masing. “Penanganan berbagai persoalan hukum tentunya harus dilakukan dengan memperhatikan pula nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat, namun tetap berpijak pada aturan hukum yang berlaku,” ujar Burhanuddin.

Dia meminta mereka menjadikan Kejaksaan sebagai institusi yang mengedepankan pelayanan prima dalam penegakan hukum bagi masyarakat, terutama para pencari keadilan.

“Optimalkan pula peran kejaksaaan dalam mendukung kebijakan Pemerintah sebagai bentuk komitmen bahwa Kejaksaan senantiasa mendukung program pembangunan pemerintah daerah setempat,” ujar Burhanuddin.

Sebelum menduduki Kajati Papua, Nikolaus adalah Wakil Jaksa Tinggi Papua. Dia mengganti posisi Hefinur yang semula Kajati Papua. Sedang Hefinur menggantikan posisi Rudi Prabowo.

Usai prosesi pelantikan, Nikolaus bincang-bincang dengan awak media, dia menyatakan dirinya sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah dipercaya menjadi Kajati Papua.

Menurut Nikolaus, pelantikan dirinya menunjukkan bahwa pemerintah percaya kepada orang-orang Papua. Bahwa orang Papua juga bisa menjabat di posisi-posisi puncak dan strategis di negara ini.

Selain itu, kata Nikolaus, berharap posisi ini bisa memberikan motivasi kepada orang-orang Papua lainnya untuk terus berprestasi. Dan pasti akan mencapai posisi yang baik, jika memang ada kemauan, pasti ada jalannya.

“Untuk itu haruslah tetap belajar dengan sungguh-sungguh,” kata jebolan Fakultas Hukum Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag), Semarang, Jawa Tengah ini.

Nikolasu mengakui, dirinya tidak pernah bercita-cita menjadi jaksa. Namun ketika ada pembukaan lamaran untuk menjadi pegawai kejaksaan, dia pun ikut melamar.

“Saya melamar tes masuk kejaksaan di Jakarta,” kata pria kelahiran Merauke yang setelah lolos menjadi pegawai kejaksaan memulai karirnya di Papua.

Nikolaus mulai menjabat dalam jabatan struktural sebagai Kasi Intel Kejari Sorong. Kemudian Kajari Fakfak dan Asisten Pidana Khusus pada Kejati Papua.

Setelah itu, dia mulai kariernya di luar Papua sebagai Kajari Sleman, kemudian Asisten Pengawasan Kejati Jawa Timur dan promosi jadi Koordinator pada JAM Datun.

Karirnya terus melejit dan dia dipercaya jadi Wakil Jaksa Tinggi Kalimantan Tengah. Tidak lama dia balik ke Papua sebagai Wakil Jaksa Tinggi Papua dan kini menjadi Kajati Papua

News Feed