oleh

Ingin Rebut Senjata TNI, Simpatisan TPN-OPM Serang Pos TNI, 1 Pelaku Berhasil Dilumpuhkan

-Artikel, Kriminal-1.010 views

Kitorangpapuanews.com, Kabupaten Nduga – Tahun Baru 2018 merupakan momen yang membahagiakan bagi sebagian besar warga masyarakat, tak ketinggalan juga masyarakat di Kabupaten Nduga Papua, di beberapa titik konsentrasi massa, masyarakat melaksanakan acara-acara malam pergantian tahun dengan caranya masing-masing.

Namun dibalik kebahagiaan tersebut, ada sekelompok pemuda yang merenggut kebahagiaan serta khidmatnya makna natal dan tahun baru. Empat orang Pemuda di Distrik Kenyam Kabupaten Nduga melakukan penyerangan secara brutal ke Pos TNI yang ada di Distrik Kenyam, Senin, (1/1).

Berawal dari kunjungan keempat pemuda tersebut ke Pos TNI di Distrik Kenyam dalam rangka suasana tahun baru, keempat pemuda tersebut pun disambut dengan baik oleh anggota TNI yang bertugas di Pos, selain disambut dengan baik dan ditemani mengobrol, keempat pemuda tersebut juga disuguhi makanan-makanan khas natal dan tahun baru.

Keempat pemuda tersebut diterima oleh anggota TNI Pos Kenyam di sebuah honai yang berjarak sekitar 5 meter dari Pos, yang sering digunakan untuk menerima tamu di Pos.

Selanjutnya anggota TNI melanjutkan tugasnya dan mempersilahkan kepada keempat pemuda tersebut untuk melanjutkan menikmati hidangan. Hampir 3 jam keempat pemuda tersebut diam dan menikmati hidangan di honai tersebut.

Dari keterangan anggota TNI di Pos, sekitar pukul 15.40 WIT, seorang pemuda secara diam-diam memasuki Pos TNI dengan membawa senjata tajam, kemudian dilihat oleh seorang anggota TNI, setelah merasa terlihat tiba-tiba pelaku mengamuk dan merusak fasilitas-fasilitas Pos, dengan sigap seorang anggota TNI mencoba menenangkan pelaku tersebut, sedangkan ketiga rekannya yang lain masih berada diluar Pos, setelah ditenangkan pelaku justru balik melawan dengan menodongkan sebilah parang.

Akhirnya anggota TNI yang lain melihat kejadian tersebut dari dalam kamar langsung mengeluarkan tembakan peringatan ke arah atas, mendengar suara tembakan, 3 orang pemuda yang masih berada diluar pos langsung melarikan diri, sedangkan 1 orang yang sudah masuk ke dalam pos berusaha masuk ke kamar dan merebut senjata yang dipegang oleh anggota TNI.

Dalam aksinya merebut senjata milik anggota TNI, pelaku menyabetkan parang yang mengenai tangan dari seorang anggota TNI sehingga mengakibatkan senjata terjatuh, khawatir senjata diambil oleh pelaku, anggota TNI yang lain berusaha melumpuhkan pelaku dengan tangan kosong.

Setelah dilumpuhkan pelaku mengalami pingsan, dan diketahui setelah dilakukan pemeriksaan pelaku meninggal dunia.

Pihak Kodam XVII/Cenderawasih melalui Kapendam, Kolonel Inf M. Aidi, sangat menyayangkan penyerangan pos tersebut. Peristiwa penyerangan itu dinilai menodai kekhidmatan suasana Natal dan tahun baru di Papua.

“TNI telah membentuk tim investigasi bersama unsur Polri dan Pemda Kabupaten Nduga untuk menyelidiki motif penyerangan tersebut. Kami juga melaksanakan pemeriksaan terhadap anggota TNI yang terlibat langsung di TKP guna memastikan apakah ada kesalahan prosedur atau tidak dalam penanganan terhadap pelaku penyerangan,” katanya.

Bila ditemukan pelanggaran terhadap prosedur, maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap personil TNI tersebut sesuai dengan tingkat pelanggarannya.

“Kami menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus penyerangan Pos TNI yang melibatkan Alm. Arikenus Kogoya alias Anekanus Kamarigi beserta 3 orang lainnya kepada pihak kepolisian setempat,” tambahnya.

Sementara itu Bupati Nduga, Yairus Gwijangge yang sedang berada di Kota Jayapura, menyerahkan sepenuhnya kasus penyerangan pos TNI tersebut pada pihak kepolisian.

“Saya sudah mendapatkan laporan dari staf saya bahwa keempat pemuda itu memang menyerang pos TNI. Oleh sebab itu saya himbau masyarakat untuk menyelesaikannya secara hukum. Serahkan kepada pihak keamanan untuk menyelesaikannya,” katanya saat dihubungi via telepon selular.

Bupati beserta Wakil Bupati dan Ketua DPR menambahkan, bahwa hari ini, Rabu (3/1) akan kembali ke Kenyam untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. (*)

News Feed