oleh

Ibarat Pepatah “Buruk muka cermin dibelah”, Tak Terima Anaknya Ditahan, Seorang Ibu Di Manokwari Tuduh Penyidik Lakukan Penganiayaan

-Artikel, Kriminal-1.674 views

Kitorangpapuanews.com, Manokwari – Tersangka pencurian senjata api milik TNI di Manokwari telah ditangkap sebulan yang lalu oleh Kepolisian Resort Manokwari. Tersangka pencurian tersebut terdiri dari Whisky Bosayor (21), Jimmy Korwa (21) dan Charly Manggaprouw (19).

Meski ketiganya terbilang masih belia, namun ulah ketiganya seringkali meresahkan masyarakat manokwari dengan melakukan tindakan pencurian dengan kekerasan. Barulah ketika terjadi pencurian senjata milik anggota TNI, dengan bukti dan saksi yang menguatkan bahwa ketiga orang pelaku adalah pencurinya, maka ketiga pelaku tersebut diringkus ketika hendak melakukan pesta miras.

Penyelidikan yang dilakukan oleh aparat gabungan TNI dan Polri untuk mengungkap kasus ini terus dilakukan, dengan target senjata yang dicuri ditemukan dan pelaku mendapatkan hukuman atas perbuatannya.

Dalam proses penyelidikan tersebut, selalu dilakukan kolaborasi antara TNI dan Polri, sehingga seringkali penyidik dari TNI pun harus meminta keterangan dari tersangka yang sedang mendekam di tahan di Polres Manokwari.

Dalam proses penyidikan lanjutan pada Senin (6/11), bertempat di Polres Manokwari, sekitar pukul 09.40 WIT tiga orang Penyidik dari TNI menemui ketiga tersangka untuk melakukan penyidikan lanjutan perihal pencurian senjata tersebut. Pada waktu yang bersamaan Keluarga tersangka atas nama Ny Olah Margaritha Maniakori (46) didampingi kuasa hukumnya Yan Cristian Warinussy, S.H. dan Simon Banundi, S.H. hendak menemui tersangka dan menunggu selesai proses penyidikan oleh pihak TNI.

Setelah penyidik TNI selesai melakukan penyidikan di ruang Reskrim Polres Manokwari, ketiga tersangka kembali dibawa masuk tahanan oleh petugas, namun diperjalanan bertemu dengan pihak keluarga dan kuasa hukumnya. Tiba-tiba Ny Olah Margaritha Maniakori berteriak kepada ketiga penyidik TNI dengan mengeluarkan kata-kata kasar dan mengancam akan melaporkan kepada pimpinannya karena melakukan tindakan kekerasan kepada ketiga tersangka.

Setelah dikonfirmasi kepada AKP Aries Diego Kakori selaku Kasatreskrim Polres Manokwari, bahwa tidak benar adanya pemukulan yang dilakukan oleh pihak penyidik TNI kepada ketiga tersangka. Aries pun menegaskan bahwa anggota Polres sangat kaget ketika Ny. Olah berteriak-teriak kepada penyidik TNI dengan kata-kata kasar dan ancaman melaporkan penyidik TNI kepada pimpinannya atas tuduhan penganiayaan kepada ketiga tersangka. Menurut keterangan anggota kepolisian yang ikut hadir dalam proses penyidikan, tidak ada sedikitpun tindakan kekerasan yang dilakukan oleh penyidik dari TNI.

“Tidak ada itu pemukulan oleh penyidik TNI kepada tersangka dan sampai saat ini kami tidak menemukan bukti maupun tanda-tanda kekerasan yang dilakukan penyidik TNI kepada ketiga tersangka,” tutur Aries.

Berdasarkan keterangan dari Kuasa Hukum tersangka bahwa Ny. Olah sangat terpukul dengan ditangkapnya Charly, sehingga seringkali menyalahkan beberapa pihak tanpa alasan yang jelas, “Kami mendampingi Ny Olah menemui tersangka pun agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang dibuat oleh Ny Olah, yang nantinya justru malah semakin memberatkan tersangka,” tutur Yan Cristian Warinussy, SH. (**)

News Feed