oleh

HOAX…Buronan Makar Papua Veronica Koman Bertemu Presiden RI

Kitorangpapuanews.com – Baru- baru ini Sang Buronan  Veronica Koman Melalui siaran persnya, mengaku menyerahkan data tahanan politik kepada Presiden Joko Widodo yang diunggah di laman Facebooknya. “Tim kami di Canberra telah berhasil menyerahkan dokumen-dokumen ini langsung kepada Presiden Jokowi. Dokumen ini memuat nama dan lokasi 57 tahanan politik Papua yang dikenakan pasal makar, yang saat ini sedang ditahan di tujuh kota di Indonesia,” kata Veronica, Senin (10/2

Bantahan pernyataan Veronica Koman ini bertemu Presiden RI di Canberra, Australia disampaikan antara lain :

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia membantah adanya pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Veronica Koman “Tidak ada pertemuan tersebut. Saya tidak mendengar (ada pertemuan Jokowi dan Veronica)” ujar Jurubicara Kemlu, Teuku Faizasyah saat dikonfirmasi, Senin (10/2).

Penerangan Sosial & Budaya KBRI Canberra “Selamat malam, tidak ada pertemuan Presiden Jokowi dengan VK (veronica Koman),” tulis, Ghofar Ismail.

 “Mosok presiden ketemu Buronan negara?” tuturnya Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule ini mengingat status Veronica Koman yang ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

“RATU PROVOKATOR” tepat diberikan kepada veronica koman.  Apa yang di tampilkan veronica koman sangat memalukan menjual kebohongan dan kepalsuan di publik,, dengan jelas semua membantah pertemuan tersebut. Bertitel sebagai aktivis dan pengacara HAM merupakan suatu bentuk profesi yang terhormat sehingga sering disebut juga sebagai officium nobile yakni sebagai pemberi jasa yang sangat mulia dalam hukum, tapi apa yang di tampilkan oleh veronica koman tidak sesuai dengan status yang dia pegang saat ini yaitu dengan memberikan kepalsuan berita untuk memprovokator masyarakat papua untuk melakukan makar terhadap NKRI.

Kita turut bertanya kepada veronica koman Motif apa dengan gigih membela dan hanya menyerahkan data para Provokator Makar Papua?

Korban yang berjatuhan di tangan KKSB OPM tidak membuka hati veronica koman untuk melihat dan menangani kasus pelanggaran HAM ini. Padahal fakta sudah jelas dan terbukti kejadian pelanggaran HAM yang dilakukan KNPB, AMP dan KKSB OPM saat ini. Kenapa veronica koman tidak menyerahkan data korban-korban pelanggaran HAM Berat yang dilakukan oleh KKSB OPM?

Apakah Veronica koman lupa akan sumpah dan janji pengacara butir pertama dengan bunyi “ Demi Allah saya bersumpah atau juga saya berjanji, Bahwa saya akan memegang teguh dan akan mengamalkan Pancasila sebagai dasar negara dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia”

Sang Buronan kelahiran Medan 14 Juni 1988 ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat kepolisian dengan dijerat sejumlah pasal yaitu UU ITE, UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, KUHP Pasal 160, dan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis

Disaat rekan provokator surya anta cs telah masuk jeruji penjara, Sang Ratu provokator masih berkeliaran bebas tanpa tindakan hukum. Kepalsuan yang dilakukan veronica koman telah meresahkan dan merusak kedamaian masyarakat di Papua. Tantangan buat Aparat TNI-POLRI untuk segera mengambil langkah tegas dengan menangkap dan Mengadili “Ratu Provokator” veronica koman ini segera demi terciptanya penegakan hukum.

News Feed