HOAX BOM FOSFOR, KITORANG PAPUA PAHAM ITU TIDAK BENAR

oleh

Jayapura, Kitorang Papua – Tanah Papua kembali diguncang isu hoax. Isu tersebut seolah menunjukan bahwa orang Papua adalah orang bodoh. Yaitu isu adanya penggunaan bom fosfor di Nduga.

Berita hoax tersebut dimuat oleh surat kabar Australia, The Saturday Paper. Pada pemberitaan itu disebutkan aparat keamanan melakukan serangan udara dengan menggunakan bom fosfor. Dengan mencantumkan narasumber-narasumber fiktif, media itu menyebarkan propaganda. Mengalihkan inti masalah yang sebenernya terjadi di Nduga.

Masalah Nduga adalah pembantaian terhadap para pahlawan pembangunan Papua. Tindakan keji ini dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), kelompok Egianus Kogoya. KKB membantai 21 pekerja. Mereka jelas melakukan tindakan yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Sehingga mereka harus dihukum dengan hukuman setimpal. Egianus Kogoya harus ditangkap dan dihukum mati, bila perlu ditembak di tempat jika tetap melawan.

Belakangan malah muncul berita hoax dan propaganda KKB bahwa aparat melakukan serangan bom fosfor. Berita hoax ini jelas dibantah oleh Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi.

“Alutsista TNI yang ada di Papua hanya pesawat heli angkut jenis Bell, Bolco dan MI-17. Tidak ada pesawat serbu apalagi pengebom. Bila benar TNI menggunakan bom fosfor maka paling tidak seluruh Nduga sudah habis terbakar dan seluruh manusia dan hewan yang ada di sana sudah mati,” papar Aidi.

Pemberitaan Australia itu seakan membodohi masyarakat Papua yang tidak memahami seperti apa bom fosfor itu. Kitorang Papua sangat terganggu dengan pemberitaan hoax demikian. Mereka seolah menganggap Kitorang Papua bodoh yang tidak mengerti bom fosfor itu seperti apa. Karena tim kitorang berada di lokasi Nduga saat aparat mengevakuasi dan mengamankan Nduga. Tidak ada bom-bom seperti yang diujarkan media-media propaganda KKB. (*)