oleh

Hems Bonai : 1 Juli bukan hari kemerdekaan Papua!

-Artikel, Sosial-1.290 views

Herms Bonai, “Jangan menjual isu kemerdekaan untuk mencari makan dan mencari hidup, karena itu menyengsarakan rakyat “ (29/06).

Jayapura – Pesatnya pembangunan di Papua seringkali mendapatkan hambatan dari beberapa individu/kelompok yang “jualan” isu kemerdekaan Papua untuk kepentingan individu dan kelompoknya, hal tersebut disampaikan oleh Hems Bonai, salah satu tokoh Papua yang sekaligus Putri dari Gubernur Pertama Irian Jaya (Papua, red).

Ditemui di kediamannya (29/06), Hems Bonai menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua agar tidak terpengaruh dengan isu-isu murahan tentang tanggal 1 Juli. “Masyarakat Papua hendaknya tidak terprovokasi dengan informasi-informasi yang menyesatkan, isu-isu yang beredar itu hanya dibuat oleh kelompok-kelompok tertentu saja untuk kepentingan pribadinya,” tutur Hems.

Hems pun menerangkan bahwa rakyat Papua sebaiknya tidak terprovokasi dengan isu-isu yang menyesatkan rakyat. “Jangan terprovokasi dengan isu-isu yang justru akan menjerusmuskan rakyat ke arah yang justru menyengsarakan, kita lihat 1 Juli ini sebagai hari Bhayangkara,” pungkasnya.

“Papua di mata internasional sudah sah sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga saya menghimbau kepada seluruh masayarakat Papua bahwa jangan lagi memperdebatkan status Papua, karena Papua adalah bagian dari Indonesia,” tegas Hems.

Masyarakat Papua dihimbau agar tetap tenang tidak terpengaruh oleh propaganda dan isu-isu negatif, sebaiknya saat ini masyarakat Papua bersatu untuk membangun Papua agar menjadi lebih baik lagi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut Hems, isu-isu tersebut tidak menjamin Papua menjadi lebih baik dan sejahtera, tidak semudah membalikkan telapak tangan berbicara tentang Kemerdekaan Papua, dan tidak mungkin akan terjadi, “Seperti masalah HAM yang selalu menjadi bahan “jualan” kelompok separatis yang selalu di suarakan di PBB, itu tidak tembus sampai saat ini, karena PBB pun menyadari dan tahu persis bahwa Papua adalah bagian dari Indonesia yang tidak boleh dicampuri sembarangan oleh Negara manapun termasuk PBB,” Katanya.

Hems tidak ingin rakyat Papua digiring oleh isu-isu yang justru dapat menjerumuskan rakyat Papua sendiri ke jurang kesengsaraan. Seperti yang seringkali di beritakan bahwa terdapat beberapa orang Papua yang menyuarakan Free West Papua di Internasional, hal tersebut menurut Hems adalah cara-cara orang-orang tidak bertanggung jawab yang hanya ingin mencari keuntungan untuk kemlompok dan pribadinya saja.

Hems juga menghimbau kepada para pemangku jabatan dan pemangku kepentingan, “Jangan menjual isu kemerdekaan untuk mencari makan dan mencari hidup, karena itu menyengsarakan rakyat, “ tuturnya.

Jika memang ada program yang tidak mendapat perhatian dari pemerintah pusat, sebaiknya pemangku jabatan di daerah introspeksi lagi, jangan menjual isu kemerdekaan untuk itu, kemungkinan ada yang salah dengan program tersebut atau tidak ada manfaat yang dapat diambil oleh masyarakat Papua, dan mungkin justru menghambat pembangunan Papua menjadi tidak lancar. (Dees)

 

News Feed