Hati-hati Penyusup OPM Menjelma Jadi Aktivis HAM dan Wakil Rakyat

oleh

Kitorangpapuanews.com, Nabire – Kemarahan Masyarakat Nabire terhadap Aktivis HAM Gunawan Inggeruhi dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Perwakilan Meepago John Gobai semakin mengemuka, pasalnya keduanya menampikkan pembangunan yang terjadi di Papua, khususnya di Nabire pasca peresmian 3 objek vital pendukung kesejahteraan oleh Presiden Joko Widodo.

Gunawan Inggeruhi adalah seorang aktivis HAM di Kabupaten Nabire yang sejak lama bertentangan dengan kebijakan dan program pemerintah, terlebih lagi ia menyebutkan bahwa PLTMG tidak bermanfaat bagi masyarakat Nabire, padahal masyarakat Nabire sangat menantikan adanya sumber listrik yang baik, karena selama ini masyarakat Nabire mengalami pemadaman listrik 5-7 kali dalam sehari.

Diresmikannya PLTMG adalah nafas segar bagi masyarakat Nabire atas permasalahan listrik selama ini, namun Gunawan menampikkan hal tersebut, spontan pernyataannya dalam sebuah media online mendapatkan reaksi yang keras dari masyarakat. Masyarakat Nabire marah dan berencana mengusir Gunawan Inggeruhi dari Kabupaten Nabire bahkan dari tanah Papua.

“Aktivis HAM tetapi perilaku seperti pengkhianat orang Papua, antek-antek OPM,” ujar seorang pembaca yang memberikan komentar di kolom artikel sebuah media online yang mempublikasikan pernyataan Gunawan.

Selain Gunawan Inggeruhi, seorang anggota DPRP perwakilan Meepago, John Gobai pun mendapat kritik pedas dari masyarakat, pasalnya ketika masyarakat berada dalam suasana kegembiraan karena mendapatkan fasilitas-fasilitas penunjang kesejahteraan, namun ia malah mengkritik niat baik pemerintah untuk membangun Papua.

Walau bagaimanapun, sebuah tindakan nyata tidak akan terpatahkan hanya dengan sebuah celotehan, terlebih celotehan dari oknum yang tidak sejalan dengan kepentingan masyarakat.

Masyarakat sangat menyayangkan sikap keduanya, “Seharusnya mereka berdua adalah yang paling terdepan dalam pembangunan dan berusaha meningkatkan ksejahteraan masyarakat, bukan justru membuat masyarakat menjadi lebih terbelakang,” ujar Wey Zonggonau, seorang tokoh pemuda Nabire. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *