oleh

Habelino : Pancasila adalah payung dan perisai bagi terciptanya perdamaian

Habelino Sawaki, Sosok Tokoh Pemuda Papua Kandidat Doktor Bidang Antropologi Di Universitas Indonesia (Foto : Dees)

Papua patut bangga dan memiliki harapan besar, pasalnya salah satu dari sekian banyak generasi muda Papua yang berhasil yaitu Habelino Sawaki, masih memiliki kemauan yang kuat dalam mengajak masyarakat Papua dan generasi muda untuk menjaga keharmonisan bermasyarakat dan nasionalisme melalui Konferensi Pers “Menyambut hari lahirnya Pancasila Sakti” yang digelar di Sekretariat Gemapi, Jayapura.

Habelino Sawaki adalah putra asli Papua, ia berhasil menyelesaikan Studi S2nya di Universitas Pertahanan Indonesia dibidang Program studi Damai dan Resolusi Konflik. Saat ini ia sedang menempuh studi doktoral di Universitas Indonesia jurusan Antropologi.

Mengawali Konferensi Persnya Habelino Sawaki menyampaikan, “Bagi kita di Papua Pancasila adalah payung dan perisai bagi terciptanya perdamaian. Di Papua ada banyak kelompok suku dan bahasa, agama, dan masih banyak perbedaan yang jika TIDAK dikelola dengan baik maka akan terjadi benturan, konflik dan permusuhan.”

Menurut Habel, agar pengelolaan potensi konflik yang ada di Papua menjadi sesuatu yg positif, maka dibutuhkan Pancasila sebagai filter. Kita harus mau dan bersedia melepaskan ego dan emosional kita lalu berpikir jernih bahwa Papua merupakan daerah dengan sekian banyak keragaman.

Sejak otsus bergulir, Orang Papua merasa ruang demokrasi cukup terbuka lebar untuk menyuarakan kebebasan pikiran dan pendapat. Kebebasan ini adalah hal yang baik dan merupakan perjuangan bersama dari seluruh rakyat Papua.

Namun jika kebebasan ini tidak diikuti dengan tanggung jawab maka akan terjadi konflik dan permusuhan. Ruang kebebasan yang terbuka lebar sejak Otsus digulir menimbulkan ketegangan etnisitas dan identitas baik antar sesama orang asli Papua maupun antara orang asli Papua dan masyarakat nusantara yang ada di Papua.

Hal ini perlu di filter, disaring dan dikelola dalam batas-batas kewajaran supaya tidak meledak dan meluap ke ruang publik. “Situasi seperti ini rentan untuk menimbulkan apa yang kita sebut Perang Semua Melawan Semua”, tutur Habel.

Selain itu potensi konflik di Papua cukup besar, di antaranya konflik vertikal (rakyat melawan negara), konflik horizontal (konflik antar suku dan konflik agama).

Situasi ini membuat Pancasila menjadi relevan bagi seluruh masyarakat Papua. Bahkan jika kita mau jernih melihat, nilai-nilai adat yang ada di dalam setiap suku bangsa dari orang asli Papua, sesungguhnya nilai-nilai tersebut selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

“Selamat hari lahir Pancasila!!!”

Mengenal Sosok Habelino Sawaki dalam Kiprahnya di berbagai Organisasi Kepemudaan :

1. Pengurus SEMA Fakultas Hukum Uncen (2001)
2. Ketua Bidang Kesejahteraan Mahasiswa SEMA Fakultas Hukum Uncen (2002)
3. Sekretaris Umum SEMA FH Uncen (2003)
4. Ketua Umum SEMA FH (2004)
5. Ketua Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT) Uncen

Pengalaman Organisasi (Eksternal Kampus)
1. Sekretaris Jenderal Pergerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (PPMI) Periode 2005 – 2007
2. Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (PPMI) Periode 2007 – 2009
3. Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Waropen (IMAWAR) periode 2008 – 2010
4. Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia (GMPI) periode 2007 – Sekarang
5. Presiden Koalisi Revolusi Biru (KRB) Periode 2007-sekarang

(Dees)

News Feed