oleh

Gubernur dan Wali Kota Diminta Sediakan Tanah Khusus Jenasa Covid – 19

-News, Publik-104 views

Kadistrik Heram: Pemakamaan Jenasah Covid-19 Sudah Sesuai Standar WHO, Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

JAYAPURA – Sebagian warga yang bermukim di Buper Waena, Distrik Heram, meminta Gubernur Papua dan Wali Kota Jayapura untuk mencari tempat pemakaman baru guna menguburkan jenasah pasien Covid – 19.

Ketua RT03/RW14 Buper Waenan Penias Wakur mengatakan untuk dilakukan penguburan jenazah yang bukan pasien covid masyarakat masih bisa terima, namun untuk jenazah Covid – 19 pihaknya bersama masyarakat meminta untuk pemerintah provinsi dalam hal ini gubernur dan walikota Jayapura mencari tempat yang baru.

“Sudah cukup jenazah yang ditaruh di kuburan ini. Hanya dua ini saja.  ( berikutnya) harus dipindahkan di tempat lain. Wali kota dan gubernur segera sediakan lahan, jangan lagi kubur di tempat ini,” katanya.

Sebelumnya dirinya sempat melarang dibangunnya kuburan umum di atas pemukiman warga, karena menurut mereka sumber air mereka melewati daerah tersebut juga perkebunan warga, sempat mereka melakukan penutupan akses ke wilayah itu untuk tidak dilakukan pekuburan umum, namun pemerintah Kota Jayapura berjanji memberikan air bersih tetapi hal itu tidak direalisasikan dari tahun lalu, sementara kebutuhan air bersih mereka berada di bawah bukit dibangunnya pekuburan umum tersebut.

“Besok yang (Jenaza Covid – 19) lain silahkan cari tempat lain. Tempat ini saya dan masyarakat saya sudah beli tanah dan bikin kebun dan tempat minum air di bawah gunung ini. Wali Kota larang kami palang, trus janji mau kasih air, tapi tidak berikan bantun air, maka kami minta Wali Kota jika ada lagi yang mati, saya akan palang,” katanya

Tokoh Gereja Pemdeta Kise Kobak juga mengaku pihak sudah beli tanah disana dan  akan bertahan hidup dengan anak- anak dan sekokah disini. ” Kami sudah punya RT/RW dan maka kami gereja minta pemerintah perhatikan manusia yang hidup bukan yang sudah mati, maka kami minta yang sudah kubur itu tingal saja, tapi jenasah  berikut harus di tempat lain. Kami sudah dengar ada anggaran besar itu cari kuburan baru ,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga Buper Hendru Pahabol yang sempat ditahan saat melakukan aksi penolakan mengaku kecewa dengan sikap pemerintah dan aparat keamanan yang melakukan penangkapan sementara apa yang dibicarakan merupakan keluhan masyarakat banyak di wilayah itu.

“Saya merasa tidak adil, saya bicara bukan kepetingan saya, saya bicara untuk kepentingan orang banyak dan saya mengajak diskusi, bukan main tangkap secara kasar dan semalam saya tidur di sel. Ini  saya tidak terima, sebenarnya untuk atasi corona ini, mari kita kerja sama – sama atasi itu, jadi polisi harus bantu masyarakat di Buper ini,” katanya.

Sejak awal adanya kuburan diatas, belum ada sosialisasi dan sekarang malah membawah masuk jenasah Covid 19. Selama ini warga tidak bisa hidup dengan air sumur, tapi dengan air yang mengalir, maka kami minta agar jenazah lain yang bukan pasien Covid – 19 silahkan, tetapi jika itu pasien Covid -19 masyarakat akan larang.

“Pemerintah bangun kuburan di atas ( buper), awalnya kami protes, terus mereka sampaikan mau bangun air bersih tetapi sampai saat ini tidak dibangun.  Terus sekarang bawa lagi pasien Covid – 19 ini membuat kami marah, kami nilai ini jenasah sangat berbahaya,” jelasnya.

Dan hal lain yang perlu dipahami oleh pemerintah bahwa jangan sampai masyarakat terkena di tempat lain, tetapi mereka mengatakan bahwa itu akibat dari adanya pemakaman jenazah disini.  Hal ini akan menimbulkan masalah baru. ” Jangan sampai dapat virus di tempat lain dan kita bisa mencurigai ini akibat dari masuknya jenasa covid di wilayah ini, maka kami minta pemerintah tempatkan di lokasi yang tidak ada manusia, karena ini membuat kami terganggu,” katanya.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Distrik Heram Boby Awi mengatakan bahwa adanya keluhan masyarakat terkait penguburan jenazah Covid – 19 di wilayah Buper,  dirinya dan aparat telah memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa penempatan mayat di kuburan tersebut dilakukan sesuai dengan standar kesehatan WHO, sehingga dipastikan tidak berdampak bagi masyarakat sekitar.

“Kami sudah menjelaskan kepada masyarakat di Buper bahwa jenazah Covid – 19 yang dikubur di Buper tidak menjadi masalah karena semua telah disesuaikan dengan standar kesehatan WHO,  jadi plastik yang dipakai itu berlapis sehingga tidak membahayakan masyarakat. sementara yang ditakutkan masyarakat jangan sampai tertular melalui udara karena mereka memiliki sumber air untuk mencuci dan memasak di sekitar situ, tapi mereka sudah kami jelaskan dan semua sepakat,” katanya.

Sementara itu di singgung soal adanya keluhan masyarakat tentang air bersih yang merupakan janji walikota di tempat itu sejak tahun lalu, ia mengatakan untuk saat ini Walikota Jayapura telah memerintahkan Dinas PU untuk memasang perpipaan di area tersebut dan sudah disiapkan, n amun semua terkendala karena pemerintah harus lebih memfokuskan dulu soal masalah penaganan Covid – 19.

” Bapak Walikota sudah berjanji pasti akan ditepati dan usulan masyarakat soal air bersih Bapak Walikota sudah koordinasi dengan saya untuk selalu komunikasi dengan dinas PUPR agar dipasang perpipaan di sekitaran daerah Buper, namun karena adanya Wabah ini, maka pemerintah hari ini berfokus untuk menangani masalah ini. Setelah ini selesai baru kita akan memfokuskan pembangunan di wilayah itu,” katanya.

Ia pun menambahkan jika masyarakat masih bersikeras untuk tetap memalang tempat pekuburan umum di Buper maka langkah terakhir yang telah disepakati pada saat itu bersama tokoh masyarakat di kantor distrik adalah langkah hukum maka mereka akan langsung berhadapan dengan aparat keamanan, (oel).

News Feed