oleh

Goliath Tabuni : “Akan ada penjajahan baru jika ULMWP bergabung di MSG”

-Artikel, Sosial-4.714 views

Jayapura – Kelompok yang menamakan dirinya Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Goliath Tabuni menyatakan secara resmi menolak seluruh agenda perjuangan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

“TPN-PB OPM menolak dengan tegas ULMWP menjadi anggota penuh di MSG dengan alasan bahwa bangsa Papua Barat penuh keberagaman dan bukan hanya ras Melanesia,”tegas Tabuni melalui pernyataan tertulisnya yang dibacakan komando Operasi TPNPB OPM Lekagak G.Telenggen dalam rekamannya videonya yang di dapatkan dari salah satu anggota TPN-PB.

“Kolonial asing akan masuk jika Papua masuk di MSG”, tambahnya.

Telenggen membacakan pernyataan itu dalam upacara penyerahan Surat Keputusan ke 7 Komando Daerah Pertahanan (KODAP) di Pegunungan West Papua.

Tujuh pimpinan dari KODAP yang hadir. Militer Murib panglima KODAP Sinak.  Panglima KODAP Kwiyawagi Biliru Murib dan Panglima KODAP Ilaga Peni Murib dan komandan operasi TPN-OPM Lekagak Telenggen.

Lekagak menyeruhkan elit politik di ULMWP, NRFPB, WPNCL dan PNWP hanyalah kelompok-kelompok dengan kepentingan pribadi yang mencoba membentuk dan berlomba-lomba (menyusun) kabinet dan konstitusi negara masing-masing.

Karena, kata dia,  TPN-OPM tidak mengakui semua kabinet dan konstitusi milik faksi. TPNPB menyayangkan perlombaan kepentingan yang sangat menghambat perjuangan pembebasan Rakyat West Papua.

Sehingga dalam pernyataan tersebut, Lekagak pun menyampaikan bahwa Goliath Tabuni sedang merencanakan menyerang ULMWP dan kelompok-kelompok lainnya, karena semua perjuangannya selama ini telah sia-sia dan di nodai oleh kelompok-kelompok tersebut.

Tabuni melalui jenderal operasinya itu juga menyerukan kepada Komando Daerah Pertahanan (KODAP) di seluruh wilayah Papua Barat untuk melaksanakan penolakan secara serentak diseluruh Papua Barat kepada ULMWP dan kelompok-kelompok yang lainnya.

“Aksi penolakan itu harus terwujud dalam satu kesatuan komando Nasional di seluruh wilayah pegunungan, pesisir pantai di Papua Barat untuk satu tujuan Papua milik kita,”tegasnya.

Mewakili tujuh KODAP wilayah Pegunungan Papua, Panglima KODAP Kwiyawagi Biliru Murib menyatakan pihaknya siap melaksanakan penolakan tersebut.

Salah satu langkah penolakan yang pasti baginya, ULMWP dan kelompoknya tidak boleh memasuki wilayah kekuasaannya itu. Resiko dari melewati batas wilayah adalah peperangan. Pihaknya tidak segan-segan mengeluarkan amunisinya.   

“Jika kedapatan ULMWP dan kelompoknya melintas wilayah yang telah patok, TPNPB tetap akan tembak mati,”tegasnya tanpa memberikan batasan wilayah yang jelas dan tegas.

Masyarakat sipil, sekretaris Dewan Adat Papua wilayah Lapago, Dominikus Surabut, mengatakan, orang Papua sudah semakin menyadari bahwa ULMWP dan kelompoknya adalah “lintah darat”, hanya mencari keuntungan dengan memanfaatkan orang Papua.

“Semua elemen termasuk masyarakat adat menolak tegas ULMWP, Benny Wenda dan kelompoknya,”tegasnya ketika diminta komentar. (Dees)

News Feed